Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), mengalami tiga kali erupsi pada Jumat (16/4). Tinggi kolom abu yang teramati mencapai 1.000 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Asrori, mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 02.53 WIB, terekam seismograf maksimum 12 mm dan durasi 235 detik.

Lalu erupsi kedua pukul 03.36 WIB, terekam seismograf maksimum 35 mm dan durasi 370 detik. Namun dari dua erupsi yang terjadi, tinggi kolom abu tidak teramati.

"(Kolom) Abu yang teramati hanya 1 kali, sedangkan 2 kali tertutup kabut,” ujar Asrori saat dikonfirmasi wartawan.

Asrori juga menjelaskan kolom abu Sinabung baru teramati pada saat erupsi ketiga yakni pukul 08.57 WIB. Saat itu, tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter.

Kolom abu itu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat. Erupsi terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 31 mm durasi 180 detik

"(Kejadiannya) Sekitar pukul 08.57 WIB dengan tinggi kolom abu teramati 1.000 meter di atas puncak gunung atau 3.460 meter di atas (permukaan laut),” ujar Asrori.

Asrori juga mengatakan dalam satu pekan terakhir Gunung Sinabung sudah mengalami erupsi sebanyak 27 kali.

"(Hal itu) Terpantau secara visual dari pos pengamatan dengan ketinggian kolom abu bervariasi antara 500 sampai 1.600 meter. Arah anginnya dominan ke arah timur dan timur laut,” ujarnya.

Terkait keadaan ini pihaknya mengimbau masyarakat ataupun pengunjung agar tidak beraktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, terutama di radius 3 km dari puncak Gunung.

Lalu selanjutnya, radius 5 km untuk sektor selatan-timur, dan radius 4 km untuk sektor timur- utara.

"Masyarakat yang bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga agar tetap waspada terhadap bahaya lahar," ujar Asrori.

sumber: kumparan.com