SIANTAR, HETANEWS.com – Pembukaan blokir dana bantuan PNM Mekaar melalui bank BNI dibatasi hanya 50 orang per hari. Hal itu disampaikan oleh admin Bank BNI lewat akun resmi Bank BNI.

“Maaf atas ketidaknyamanannya, Perlu kami sampaikan, bahwa kuota dana penerima bantuan hanya 50 orang per hari. pembukaan saldo blokir dana bantuan PNM Mekaar melalui BNI dibatasi 50 orang,” kata Admin Bank BNI Dona lewat direct messege, Jumat (16/4/2021).

tangkapan layar respon BNI center (Foto/Juindra)

Masih kata Dona, pembukaan saldo yang diblokir dengan 400 orang per hari tidak terinformasi ke pusat.

“Bahwa kuota penerima dana bantuan hanya dibatasi 50 orang per hari dan hal tersebut merupakan kebijakan dari masing-masing cabang. Kami berharap Kakak mengikuti anjuran yang telah ditetapkan, karena untuk kuota 400 orang per hari kami tidak terinformasi,” tutupnya.

Sebelumnya, terkait kerumunan yang terjadi di Bank BNI Cabang Kota Siantar saat mempertanyakan bantuan dari Pemerintah 1.2 juta per orang, Satgas Covid-19 Kota Siantar memanggil kepala Cabang BNI Kota Siantar untuk dimintai klarifikasi.

Satgas Covid-19 melakukan pertemuan dengan pihak BNI Cabang Siantar di Ruang Data Pemko Siantar selama kurang lebih satu jam, dimana pada pertemuan tersebut dilakukan secara tertutup, Rabu (14/4/2021).

Usai pertemuan, Kepala Cabang BNI Kota Siantar Guntur Pangaribuan tidak menjawab sejumlah pertanyaan dari wartawan dan meminta untuk mengklarifikasi kepada Satgas karena mereka sudah menyerahkan kepada Satgas

“Tanya sama Satgas saja, biar mereka saja yang jawab,” kata Guntur sembari pergi ke mobilnya.

Sekretaris Satgas Covid-19 Daniel Siregar menyebut terkait bantuan pemerintah 1.2 juta ini sudah dilakukan selama 3 hari dimana per harinya 400 orang.

“Verifikasi perhari itu kan 400 orang dan yang mengambil antrian ini yang membludak dan tidak terbatas,” kata Daniel saat ditemui usai pertemuan dengan pihak BNI Cabang Kota Siantar.

Masih kata Daniel, bahwa sebisa mungkin kita sarankan kepada mereka tadi agar tidak membawa rombongan apalagi membawa balita, apalagi kondisi di Siantar lagi PPKM dan termasuk di Siantar Barat termasuk yang rawan (Covid-19-Red), dan minta kepada masyarakat kalau sudah mengambil antrian agar segera pulang.