SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Ody Mahendra Subrata ala Omreg (22) warga Huta III Manik Maraja Sidamanik dituntut 9 tahun denda Rp.1 milyar subsider 1 tahun. Sedangkan temannya Jonson Hamonangan Siallagan als Acong (21) warga Sarimatondang Sidamanik dituntut 7 tahun dan denda yang sama.

Ancaman hukuman tim jaksa Firmansyah dan Juna Karo itu dibacakan dalam persidangan PN Simalungun yang digelar secara virtual, Kamis (15/4). Para terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Kedua terdakwa ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun di rumah masing-masing. Omreg yang lebih dulu diamankan mengaku telah menjual sabu kepada Acong seharga 150 ribu. Dari Omreg petugas menyita 6,54 gram sabu (bruto).

Sabu sebanyak itu diakui Acong diterima dari Andre Siagian pada 16 Oktober 2020 di jalan Merdeka dekat Taman Bunga Siantar. 

"Nanti kalau sudah habis, bayar 5 juta," kata Andre saat menyerahkan sabu ke Omreg. 

Transaksi yang dilakukan Omreg dan Andre dengan sistem Laku Bayar (LB). Lalu sabu dipaket in oleh Acong untuk diedarkan. Dari Acong polisi menyita 16 paket sabu, 1 paket sedang dan 1 paket besar.

Dalam persidangan, para terdakwa didampingi pengacara prodeo yang ditetapkan hakim PN Simalungun dari LBH Perjuangan Keadilan Frans Silalahi SH. Secara lisan memohon kepada hakim agar hukumanya diringankan. Karena menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. 

Untuk mendengarkan vonis hakim diketuai Mince Ginting SH, persidangan dibantu panitera P.Saragih SH ditunda hingga Kamis mendatang.