SIANTAR, HETANEWS.com - Nelly Sianturi (36) saat ditangkap Polisi karena memiliki sabu sempat mengaku sebagai istri jaksa EP, oknum jaksa yang masih aktif melaksanakan tugas di salah satu Kejaksaan Tinggi. 

Nelly, pemilik narkotika 2 paket sabu dijadikan sebagai pengguna narkotika. Sehingga vonisnya bisa diringankan hakim menjadi 1,4 tahun saja. Sebelumnya, Nelly dituntut 2 tahun oleh jaksa Rahmah Hayati Sinaga dari Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.

Putusan hakim diketuai Derman Nababan SH dibacakan dalam persidangan PN Siantar, Rabu (14/4) secara daring.

"Ada yang minta tolong, jaksa dari Kejati," seperti dikatakan sumber. 

Saat penangkapan, wanita beralamat di Perumahan Simeme Blok B Kecamatan Deli Tua Kabupaten Deli Serdang sempat disebut sebagai istri jaksa yang kini aktif di Kejaksaan Tinggi Sumut. Meski sempat terlihat oknum jaksa dimaksud sempat mendatangi Kantor Kejari Siantar pasca penangkapan Nelly.

Terdakwa Nelly digerebek warga bersama rekannya Joni Tiomar als Apin (48) warga jalan Wahidin Siantar Selatan dan juga terdakwa Hendri als Budog (29) warga jalan Mojopahit Kelurahan Melayu Siantar Utara.

Warga sudah merasa curiga dengan keberadaan terdakwa Nelly dan teman temannya di sebuah peternakan ayam di jalan Melanthon Siregar. Warga pun melakukan penggerebekan pada Minggu, 8 Nopember 2021.

Lalu warga menelpon petugas dan Satres Narkoba Polres Siantar membawa ketiga terdakwa untuk diproses hukum. Barang bukti dari terdakwa Nelly antara lain hape Vivo dan 2 paket sabu dari bawah karpet kaki supir dalam mobil Agya BK 1517 G milik terdakwa Nelly. 

Ironisnya, barang bukti mobil dikembalikan kepada terdakwa Nelly. Sebelumnya diakui Nelly jika 2 paket sabu tersebut diterima dari terdakwa Hendri als Budog. 

Hendri merupakan temannya Nelly menginap di Hotel Sapadia sejak Jumat, 6 Nopember 2020, yakni 2 hari sebelum penangkapan. 

Hendri pun dituntut jaksa selama 12 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan penjara. Divonis 10 tahun denda 1 Milyar subsider 6 bulan. 

Selain memberikan sabu kepada Nelly, Hendri juga terbukti memiliki 41 paket sabu seberat 18,13 gram. 

Terdakwa Hendri dipersalahkan melanggar pasal 114 (1) UU RI no 35/2009. Sedangkan terdakwa Nelly dan Apin dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No 35/2009 tentang narkotika Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Terdakwa Joni Tiomar als Apin dituntut 2,6 tahun penjara, divonis 2 tahun. Hakim meringankan hukumannya selama 6 bulan.

Ketiga terdakwa disidangkan dalam berkas terpisah didampingi pengacara prodeo Erwin Sidagambir SH.

Baca juga: Nelly Dituntut 2 Tahun, Barang Bukti Mobil Dikembalikan