Sergai, hetanews.com - Kepala Sekolah SMKN 1 Dolok Merawan, Kabupaten Sergai, punya jawaban unik ketika hendak ditanyai wartawan terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sekolahnya, dengan mengaku sebagai seorang wartawan dia seolah mengajak wartawan untuk mengabaikan tugas wartawan sebagai kontrol sosial. 

Hal ini didapati wartawan ketika hendak mengkonfirmasi penggunaan dana BOS disekolah melalui sambungan telepon, Senin (12/04/2021). Pertanyaan wartawan tak dijawab oleh Kepsek tersebut namun dia menyebutkan jika dia adalah seorang wartawan di salah satu media di Medan

" saya wartawan juga saya, samanya kita, jadi jangan kita sama kita cari gini, disinggung media apa bapak? Media aktual medan " ucapnya yang terkesan wartawan tidak diperbolehkan menanyakan penggunaan Dana BOS yang dikelolahnya. 

Sebagaimana diatur pada peraturan pemerintah (pp) nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin.

Ironis memang yang dilakukan Kepsek tersebut, dimana jelas pada peraturan pemerintah (pp) meminta kepada ASN agar disiplin, Ini malah Kepsek Ini seolah tidak mematuhi peraturan pemerintah. 

Padahal, seyogianya seorang kepsek harus memberikan contoh yang baik dan disiplin kepada anak didiknya dan para guru.

Sementara itu, menanggapi hal ini kepala cabang dinas pendidikan Sei Rampah Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Utara  Yedi Efendi Sipayung saat dikonfimasi hetanews.com via telephone selasa (13/04/2021) mengaku tidak mengetahui kalau anggotanya tersebut rangkap jabatan sebagai Wartawan. 

"Diakan gak melapor sama saya, datang aja kesekolah  minta kartunya" unkapnya.