SIANTAR, HETANEWS.com – Tidak adanya koordinasi antara pihak RSUD dari dinas kesehatan dengan Satgas kelurahan dan juga satgas Kota Pematangsiantar mengakibatkan penanganan jenazah yang meninggal di depan Bank BCA abaikan keselamatan dan protokol kesehatan.

Sebelumnya, Satgas Kota Pematangsiantar Daniel Siregar buang badan ke satgas kelurahan. Daniel mengatakan Siantar masuk dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang dimana pada waktu kejadian satgas yang dikelurahan tidak ada berkoordinasi dengan pihak satgas Siantar.

Hal yang sama disampaikan dr Ronald Saragih selaku kepala dinas kesehatan Kota Pematangsiantar saat dihubungi hetanews Selasa, (13/4/2021) mengatakan kalau pihaknya tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Kita tidak mengetahui dan tidak ada pemberitahuan dari Satgas Kota Siantar kepada kita. Saat inikan tugas kita di kantor, jadi kalau ada pemberitahuan dari satgas kita akan turun langsung ke lokasi dengan tim menggunakan APD lengkap,” ujarnya.

Lanjutnya, sebelumnya kan kejadian yang sama pernah terjadi di Siantar seperti di Parluasan dan Jalan pane. Ronald mengatakan karena adanya koordinasi dan pemberitahuan kepada mereka sehingga mereka turun langsung dengan tim menggunakan APD.

“Kita dari dinkes itukan tidak ada di lapangan sehingga kita tidak langsung mengetahui informasi. Kalau memang kita mengetahui kan kita langsung turun seperti yang terjadi di Parluasan yang sebelumnya. Inikan kan saya mengetahui setelah pihak keluarga sidah membawa jenajah itupun dari media pertama kali saya dengar,” tutupnya sembari mengatakan kalau jenazah itukan belum tentu Covid-19.