JAKARTA, HETANEWS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan penerapan protokol kesehatan untuk kegiatan ibadah di bulan Ramadhan 2021.

Dalam Seruan Gubernur Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan COVID-19 dalam Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan di Bulan Suci Ramadhan, salah satunya Anies membatasi durasi pengajian, ceramah, tausiah, dan kultum. Durasi dibatasi hanya boleh dilakukan selama 15 menit.

"Pengajian/ceramah/tausiah/kultum Ramadhan dan kuliah subuh dengan durasi paling lama 15 menit," ujar Anies dalam Sergub Nomor 4 dikutip Selasa (13/4).

Selain batas durasi, Anies juga membatasi jemaah salat fardu, tarawih, dan witir hanya boleh dihadiri oleh 50% dari kapasitas masjid atau musala. Jemaah juga harus menjaga jarak minimal 1 meter dan harus membawa peralatan ibadah sendiri.

Peringatan Nuzulul Qur'an di masjid atau mushola juga hanya boleh dihadiri 50% kapasitas dengan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat infaq dan shodaqoh, serta zakat fitrah dilakukan tanpa menimbulkan kerumunan.

Terakhir untuk salat Idul Fitri bisa dilaksanakan di masjid dan lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun aturan ini bisa berubah bila ada peningkatan kasus yang signifikan di Jakarta.

Anies Batasi Durasi Tadarus, Ceramah, Kultum Maksimal 15 Menit di Ramadhan 2021 (3)
Aturan penerapan protokol kesehatan untuk kegiatan ibadah di bulan Ramadhan 2021 yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok. Istimewa
Anies Batasi Durasi Tadarus, Ceramah, Kultum Maksimal 15 Menit di Ramadhan 2021 (4)
Aturan penerapan protokol kesehatan untuk kegiatan ibadah di bulan Ramadhan 2021 yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok. Istimewa

sumber: kumparan.com