SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Lupus Yudiansyah (24) warga Huta Marihat Bayu Kecamatan Jawa Maraja didakwa sebagai pengedar 1 gram sabu. Sabu diterima dari Iqbal Fahmi Sirait (DPO) sebanyak 1 gram dengan sistem Laku Bayar. 

Usai menerima sabu pada Rabu, 25 Nopember 2020 di Bah Joga, lalu Lupus pulang ke rumahnya dan membaginya menjadi 6 paket untuk diedarkan. Terdakwa Lupus memerintahkan anak berinisial AMI (disidangkan dalam sistem peradilan anak) untuk menjual sabu tersebut.

Sabu berhasil dijual sebanyak 4 paket, 2 paket dijual kepada Abi Galung dan 2 paket lainnya kepada Teguh (masing masing DPO). Masing masing seharga Rp 150 ribu.

Saat ditangkap Satres Narkoba Polres Simalungun, Lupus bersama terdakwa M Imbalo Harahap dan terdakwa Eby Fareji Harahap dari belakang rumah terdakwa Lupus sedang mengkonsumsi sabu secara bersama sama.

Jaksa Juna Karo Karo menjerat terdakwa Lupus dan 2 temannya Imbalo dan Eby, melanggar pasal 114 (1) atau kedua melanggar pasal 112 (1) UU Jo pasal 132 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Dan para terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Prodeo dari LBH Perjuangan Keadilan Harfin Siagian SH membenarkan dakwaan tersebut.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, persidangan dipimpin hakim Roziyanti SH, Senin (12/4) menunda persidangan hingga Rabu mendatang.

Dikirim dari Yahoo Mail di Android