SIANTAR, HETANEWS.com - AJI Medan menggelar diskusi bertajuk ‘Keterbukaan Informasi dalam penanganan Covid 19’ di Anytime Coffee Jalan Nusa Indah, Sabtu (10/4) pukul 10.00 WIB.

Anggota Komisi Informasi Pusat [KIP], M Syahyan, Anggota DPRD Siantar Astronout Nainggolan, Tim Satgas Covid 19 Kota Siantar Daniel Siregar dan Imran Nasution mewakili AJI Medan hadir sebagai narasumber.

Diskusi ini dimoderasi oleh anggota AJI Medan, Rika Yoesz, dihadiri oleh pemimpin media cetak maupun elektronik, Jurnalis, Kartunis, Pers Mahasiswa dan Pengacara dari LBH yang ada di Kota Siantar.

Pada kesempatan ini, Imran Nasution mengungkapkan belakangan ini warga Siantar semakin pesimis kepada pemerintah soal penanganan pandemi Covid. 

Ia juga memaparkan banyak kasus Covid 19 yang menjadi polemik. Sebagaimana diketahui ada kasus yang sempat menyita  perhatian. Diantaranya warga Gang Demak menggugat Walikota, kasus pemandian jenazah dan bocornya identitas korban Covid 19.

Menurut Redaktur Harian Siantar 24 Jam itu, kasus semacam itu dilatarbelakangi akibat terbatasnya informasi publik sehingga menimbulkan persoalan baru. 

“Oleh karena itu informasi harus dibuka seluas luasnya kepada masyarakat agar tidak menimbulkan pertanyaan publik yang berdampak pada kepercayaan masyarakat kepada pemerintah” jelas Imran.

Anggota DPRD Astronout Nainggolan berpendapat, untuk menekan jumlah penyebaran kasus covid 19 pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu bekerja sama. 

Ia pun mengajak peran serta  media sebagai salah satu corong informasi publik agar tetap kritis dalam menggali dan mencari informasi yang berguna kepada masyarakat. 

Pun demikian, ia juga berharap pemerintah dan masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai jalan keluar memutus mata rantai penyebaran covid 19. 

“Kesadaran dalam menjalan protokol kesehatan itu yang paling utama,” kata pria yang mencalonkan Wakil Walikota Siantar ini.

Dalam pemaparannya, M. Syahyan mengakui pemerintah sejauh ini telah banyak menerapkan berbagai peraturan dalam menekan penyebaran Covid 19.

Namun ia tidak memungkiri  informasi tersebut seringkali tidak sampai kepada masyarakat dan menjadikan masalah dalam penanganan covid 19. 

Oleh karena itu kolaborasi terkait penyebaran informasi yang termaktub pada sistem keterbukaan publik harus dapat berjalan. Sehingga masyarakat turut serta melakukan langkah langkah mitigasi pencegahan virus corona sesuai arahan pemerintah.

 “KIP telah mengeluarkan surat edaran terkait pelayanan informasi publik di masa darurat pandemi Covid-19 bahwa informasi public adalah sebagai hak masyarakat. 

Oleh karena itu KIP meminta agar informasi publik dapat dilakukan dengan cara yang baik dan mudah diakses masyarakat.” ujar Syahyan.

Usai menggelar diskusi, berlanjut seleksi wawancara terhadap 12 calon anggota Aliansi Jurnalis Independen [AJI] Kota Medan.

Adapun diantaranya yang mengikuti seleksi ialah Jurnalis dan kartunis yang berkecimpung di Wilayah Siantar dan Simalungun. 

Foto: AJI Medan/ Octa Rivaldi

Baca juga: AJI Medan Gelar Dialog Keterbukaan Informasi Covid-19 Di Siantar