BANYUWANGI, HETANEWS.com - Masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak percaya Covid-19, salah satunya adalah Aktivis Antimasker asal Banyuwangi Yunus Wahyudi.

Kini Aktivis tersebut terpapar Covid-19 dan dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Blambangan sejak Sabtu (3/4/2021)

Kondisi Yunus dikabarkan mulai membaik setelah dirawat secara intensif, saat terpapar Covid-19 yunus merasakan sesak nafas.

Pihak rumah sakit mengaku pelayanan rumah sakit terhadap Yunus tidak dilakukan dengan istimewa mengingat statusnya sebagai tersangka kasus hoaks, penanganan dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.

"Kita pisahkan dengan pasien lainnya, Yunus di dalam satu ruangan hanya sendirian dan untuk penjagaan ada dua orang petugas keamanan yang siaga di depan ruangan,” kata dr Widji Lestariono dr RSUD Blambangan dikutip dari Liputan6.com.

Yunus resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah menyebutkan Covid-19 itu tidaklah nyata dan hanya rekayasa pemerinta. Yunus juga terlibat aksi penjemputan paksa jenazah positif Covid-19 dari salah satu rumah sakit.

Aktivis antimasker Yunus Wahyudi ditangkap (14/10/2020) dan dijerat dengan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 45 huruf a Jo pasal 28 UU No 19 tahun 2016 ITE dan pasal 93 UU No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.