SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Rusli alias Durus (30) warga Huta III Rah Buhit Gunung Maligas Simalungun terbukti membeli sabu dari terdakwa Dedi Cahyadi (35) warga Laras Kecamatan Bandar Huluan. Keduanya dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang peredaran narkotika.

Oleh karena itu, jaksa penuntut umum, Melnita, menuntut pidana yang sama kepada keduanya. Masing masing diancam 7 tahun denda Rp 1 milyar subsider 6 bulan penjara. Ancaman hukuman tersebut dibacakan dalam persidangan PN Simalungun yang digelar secara virtual, Kamis (8/4/2021).

Menurut jaksa, terdakwa Rusli alias Durus lebih awal ditangkap petugas pada Selasa 3 Nopember 2020. Ketika sedang membawa 8 bungkus sabu. 

Sesuai pengakuan terdakwa, ia memperoleh sabu 1 gram dari Dedi seharga Rp 900 ribu. Kemudian Rusli mengemas menjadi 13 paket. Dan sudah laku sebanyak 8 paket dengan harga Rp.100 ribu per paket.

Berdasarkan pengembangan kasus, polisi melakukan penangkapan terhadap Dedi dan keduanya diserahkan ke Polres Simalungun untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Atas tuntutan jaksa itu, kedua terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara prodeo dari LBH PK Harfin Siagian SH dan Fransiskus Silalahi secara lisan memohon keringanan. Agar hakim mengurangi hukuman para terdakwa.

Untuk mempertimbangkan hal tersebut, persidangan dipimpin Roziyanti SH ditunda hingga Rabu mendatang.