BANDUNG, HETANEWS.com - Polisi meringkus satu dari lima pelaku pecah kaca mobil yang membawa kabur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebanyak Rp107 juta. Sayangnya, uang hasil kejahatan sudah habis dibagi-bagi para pelaku.

Pelaku adalah Maradona (35) warga Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Sementara empat pelaku lagi, yakni RA, AN, HI, dan NP, masih diburu polisi.

Peristiwa itu bermula saat korban, Maashobirin (55) yang merupakan kepala sekolah di Prabumulih, baru saja mencairkan dana BOS di bank, Rabu (17/3). Korban sempat mampir ke minimarket di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, untuk membeli sesuatu.

Belum lama memarkirkan mobil, korban mendengar suara berdetar dari mobilnya yang membuat korhan langsung keluar minimarket. Dia kaget melihat kaca pintu mobilnya pecah dan uang termasuk laptop di dalam tas raib dibawa kabur kawanan pelaku.

Kasatreskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman mengungkapkan, tersangka Maradona tanpa perlawanan dalam pelariannya di rumah kontrakan di Cimahi, Jawa Barat, Selasa (6/4). Tersangka kabur ke kota itu beberapa hari setelah kejadian.

"Satu tersangka sudah ditangkap, kami masih buru empat pelaku lagi," ungkap Rahman, Rabu (8/4).

Dari penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa uang tunai Rp1 juta, satu unit televisi, dan sepeda motor. Barang bukti diduga berasal dari pembagian hasil kejahatan.

"Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang diancam lima tahun penjara," tegasnya.

Baca juga: Geledah Lima Lokasi Terkait Kasus Bupati Bandung Barat, KPK Amankan Dokumen

sumber: merdeka.com