JAKARTA, HETANEWS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaku bakal mengubah skala prioritas sasaran vaksin virus corona (Covid-19) di tengah kondisi keterbatasan vaksin, imbas embargo yang dikeluarkan sejumlah negara, salah satunya India.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan upaya itu dilakukan agar laju vaksinasi di Indonesia tetap berjalan secara normal, serta golongan kelompok rentan covid-19 dapat lekas rampung menerima suntikan vaksin.

"Sesuai juga rekomendasi WHO, dengan jumlah vaksin yang terbatas. Maka vaksinasi ditujukan pada kelompok yang paling rentan, yaitu lansia. Dan kita akan fokuskan kepada guru dan tenaga pendidik," kata Nadia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (8/4).

Itu artinya, vaksinasi tahap dua yang menyasar petugas pelayanan publik akan fokus dan banyak dialokasikan kepada tenaga pendidik. Sedangkan sebelumnya, vaksinasi pada petugas pelayanan publik diketahui juga menyasar pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah dan aparatur sipil negara (ASN).

Kemudian petugas keamanan; petugas pariwisata, hotel, dan restoran; pelayan publik yang termasuk petugas Damkar, BPBD, BUMN, BUMD, BPJS, dan kepala perangkat desa. Selanjutnya, pekerja transportasi publik, atlet, hingga wartawan atau pekerja media.

Nadia juga mengaku target-target peningkatan jumlah penyuntikan vaksin akan tertunda, seperti misalnya April yang ditargetkan mampu menghabiskan 750 ribu dosis vaksin dalam sehari jadi urung.

"Jadi kalau vaksin habis tidak, tetapi terbatas. Dan rencana awal untuk terus melakukan peningkatan jumlah dosis penyuntikan menjadi tertunda," jelasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengakui terdapat potensi kendala dalam laju vaksinasi Indonesia usai muncul embargo vaksin covid-19 di sejumlah negara. Hal itu menurutnya terjadi karena adanya lonjakan kasus covid-19 di berbagai negara.

Budi juga mengatakan, Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari kerja sama multilateral Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI).
Dari 11,7 juta vaksin AstraZeneca yang dijanjikan GAVI, Indonesia kemungkinan besar hanya mendapatkan 1,3 juta-1,4 juta dosis vaksin gratis, imbas embargo itu.

sumber: cnnindonesia.com