SIANTAR, HETANEWS.com - Boydora Samosir (35) warga Jalan Ade Irma Suryani Kelurahan Martoba Siantar Utara, terbukti mengedarkan sabu.

Residivis ini dituntut 14 tahun denda Rp.1 milyar subsider 6 bulan penjara.

Tuntutan jaksa Rahmah Hayati Sinaga dari Kejaksaan Negeri Siantar dibacakan dalam persidangan online PN Siantar, Rabu (7/4/2021). Terdakwa lainnya Dipa Pratama Hasibuan (22) dituntut pidana yang sama.

Menurut jaksa, Boydora terbukti belanja sabu seharga Rp.7 juta dari Gazali (DPO) di jalan Seram Kelurahan Bantan. Pembelian sabu melalui Dipa Pratama Hasibuan (22) warga jalan Nagur Kelurahan Martoba (disidangkan terpisah).

Kedua terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika sebagaimana dakwaan primer JPU. Sabu sebanyak itu akan diedarkan oleh para terdakwa.

Boydora dan Dipa Pratama digerebek petugas Satres Narkoba Polres Siantar di rumah kontrakan Boydora jalan Melanthon Siregar Gang Barito Kelurahan Marihat Jaya. Petugas mengamankan para terdakwa setelah mendapatkan informasi pada Jumat, 16 Oktober 2020.

Terdakwa Boydora yang berada di kamar mandi berusaha membuang sabu. Sedangkan Dipa Pratama berada di depan pintu. Usai menerima sabu dalam paket besar, lalu dibagi menjadi 2 bagian di rumah kontrakan Boy. 

Selain sabu dalam paket besar ukuran 10 gram, petugas juga menyita timbangan digital dari kamar tidur. Juga 2 buah hp merk Oppo dan Vivo. Kepada petugas, terdakwa Boy mengakui menyuruh terdakwa Dipa membeli sabu dari Gazali.

Kedua terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara prodeo dari Posbakum PN Siantar Erwin Sidagambir SH, secara lisan memohon keringanan hukuman dengan alasan menyesal.

Persidangan dipimpin ketua majelis hakim Derman P Nababan SH MH, ditunda hingga Rabu mendatang untuk pembacaan putusan.

"Untuk pembacaan vonis, hakim akan bermusyawarah dan sidang dibuka kembali pada Rabu mendatang," kata Nababan sambil mengetuk palu.