SIANTAR, HETANEWS.com - Kementerian Agama melalui surat Edaran No:13/2021 memaparkan beberapa ketentuan melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, 1 Syawal 1442 H/2021 di masa pandemi. Salah satunya, pelaksanaan vaksinasi di bulan Ramadhan diperbolehkan dengan berpedoman pada fatwa MUI No.13/2021 tentang hukum vaksinasi saat berpuasa.

Kegiatan berbuka puasa dan makan sahur sebaiknya dilakukan di rumah masing masing. Jika melaksanakan acara berbuka puasa bersama atau yang trend disebut buka bareng (bukber), semaksimalnya dihadiri oleh 50 persen dari kapasitas ruangan. Dengan tetap mengikuti Prokes dan menjaga jarak.

Pelaksanaan sholat fardhu, tarawih dan witir, sebaiknya petugas juga melakukan pembatasan 50 persen dari kapasitas Mesjid dan menerapkan Prokes yang ketat. Untuk tausyiah diperbolehkan paling lama berdurasi 15 menit saja.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga menghimbau kepada seluruh mahir Mesjid dan pengurus BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) untuk tetap Prokes dalam menerima dan menyalurkan zakat. Juga peringatan Nuzulul Qur'an dapat dilaksanakan sesuai Prokes dan membatasi jumlah kehadiran.

Untuk pelaksanaan Sholat Id dapat dilakukan di Mesjid ataupun lapangan terbuka, kecuali bagi daerah yang banyak terpapar covid sesuai pengumuman dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid di daerah masing masing.

Selain itu Kemenag juga menghimbau kepada para mubaligh/penceramah agar tetap menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Wathaniyah dan ukhuwah basariyah. Serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat menggangu persatuan ummat.

Mubaligh diharapkan berperan memperkuat nilai nilai keimanan, ketaqwaan, Akhlaqul Karimah, kemaslahatan ummat. Dan nilai nilai kebangsaan dalam negara Kesatuan RI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Surat Edaran Kemenag tersebut berdasarkan Keppres No.11/2020, SE yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid dan juga Fatwa MUI. Kemenag meminta semua pihak agar secara bersama mematuhi dan melaksanakan Surat edaran tersebut demi memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan pelaksanaan ibadah berjalan sebagaimana mestinya.