Siantar, hetanews.com- Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengkritik kebiasaan yang dilakukan Walikota Siantar, Hulman Sitorus yang sering membagi-bagikan uang pada saat acara. Hal ini dilontarkan Yasonna saat memberi kata sambutan pada acara seminar ‘Misi se Dunia Membangun Manusia Seutuhnya’ yang diselengarakan Sekolah Tinggi Theologia (STTT) Nommensen di Jalan Sangnawaluh, Kota Siantar, Senin (25/5/2015).

"Saya dengar tadi ada kata-kata cair ketika walikota selesai hendak meninggalkan acara ini. Semua mengucapkan kata cair, dan pada saat musim pilkada seperti ini saya sudah mengerti apa artinya itu. Karena saya pernah mengalami hal seperti itu. Saya kira itu gak baik ya untuk demokrasi kita," ujarnya.

Ia mengatakan, kebiasaan memberikan uang kepada masyarakat itu merusak demokrasi bangsa ini. "Saya kira kebiasan cair tadi merusak demokrasi kita, apalagi saat ini musim pilkada, mau dibawa kemana coba pemerintahan kita kalau seperti ini," ujarnya.

Yasonna menuturkan pernah menghadapi posisi yang memintanya untuk melakukan pencairan. "Saya ingat waktu itu pernah kampanye di suatu tempat ada yang berpantun "ikan lele ikan mujair jangan bertele-tele yang penting cair". Jadi saya pikir gara-gara tidak punya uang makanya tidak terpilih," katanya sambil tersenyum.

Lebih lanjut Yasonna mengatakan, masyarakat Siantar ke depan jangan mau ikut dengan system seperti itu. "Saya kira masyarakat Siantar jangan terpengaruh dengan kata cair-cair itu ya, gak bagus itu apalagi yang melakukan wali kota, soalnya hal ini berbahaya kepada pemerintahan kita ya," katanya.

Kebiasaan cair yang dilakukan Hulman ini diketahui Yasonna Laoly ketika wali kota memberikan kata sambutan. Ia mengatakan, supaya jangan lupa terhadapnya, yang disambut kata ‘cair’ dari para peserta. "Ini kan tahun pilkada, saya tau calon-calon jago-jago tetapi apa pun itu jangan lupa saya," ujarnya sambil bergerak menyalami para pembicara yang disambut kata ‘cair’ dan nyanyi dari para peserta.

Dalam acara salam-salaman itu, Yasonna pun tertawa menanggapi ungkapan para peserta yang ditujukan pada Hulman.