MEDAN, HETANEWS.com - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Nelayan Tradisional (Alampeta) berunjuk rasa di Balai Kota Medan. Massa mendesak Wali Kota Medan Bobby Nasution agar memperhatikan nasib nelayan tradisional yang penghasilannya berkurang akibat mafia pukat trawl. 

Usai massa berorasi sekira 15 menit, menantu Presiden Jokowi itu menemui demonstran. Dia dikawal Paspampres dan menemui pengunjuk rasa di luar balai kota. Bobby Nasution berdialog dengan perwakilan pendemo.

"Iya kalau soal pukat trawl ini saya tahu, ini karena adanya Permen tahun 2020 terkait cantrang. Tapi beberapa pengusaha itu menyalahgunakan dengan banyaknya pemainnya dipakailah pukat harimau," kata Bobby Nasution kepada mahasiswa, Senin, 5 April.

Bobby Nasution lantas bertanya mengenai permintaan mahasiswa yang berunjuk rasa.

"Jadi ini abang-abang ini mahasiswa pemerhati nelayan tradisional, ini pasti suaranya suara nelayan, yang abang inginkan solusinya apa?" katanya. 

Merespons Bobby Nasution, mahasiswa mengatakan sudah ada investigasi mengenai mafia pukat trawl yang beraksi dengan berkedok penjaga tapal perbatasan. 

"Kami minta kalau bisa pukat trawl ini diberhentikan operasinya, karena memang hari ini mereka dengan alasan menjaga tapal perbatasan. Tapi kita sudah melakukan investigasi yang menyatakan bahwa mereka itu bermain pukat," kata koordinator aksi, M Azhari Lubis. 

"Makanya kita meminta Pak Bobby langsung turun ke lapangan melihat dan melakukan investigasi," imbuhnya. 

Massa mendemo kantor Bobby Nasution.
 Foto: IST

Pendemo juga mengadukan mengenai kondisi nelayan di Belawan yang tingkat ekonominya masih rendah. Para mahasiswa menyinggung janji Bobby Nasution saat kampanye. 

"Kami menagih janji abang waktu kampanye di mana mau membuat Kota Medan ini menjadi berkah. Kami sampai sekarang masih belum merasakan itu bang, masyarakat Belawan masih banyak kesulitan, banyak masyarakat miskin karena hasil tangkapannya sulit," ujar seorang massa. 

Bobby Nasution menyampaikan terimak asih kepada mahasiswa pemerhati nelayan tradisional atas informasi yang diberikan.  Dia memastikan, akan meninjau langsung ke lapangan terkait mafia pukat trawl. 

"Kami berterima kasih ini ada informasi untuk kami, sekarang bukan zamannya lagi informasi satu arah. Makanya saya bilang ayo kita langsung turun dan lihat ke lapangan apa yang membuat masyarakat susa. Tolong abang kasih lihat juga nanti perusahaan yang membandel," ungkapnya. 

Bobby Nasution juga memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang ada di balik mafia pukat trawl. 

"Kita lihat peraturannya dan kita tegakkan kita beri sanksi yang keras. Ayo kita sama-sama mencari solusinya. Jangan kita hanya memberi sanksi tapi tidak mengedukasi nelayan-nelayan ini," tuturnya. 

Sumber: voi.id