Ada Senyum Petani Dari Pelosok Dairi Saat Tim Hinca Jemput Langsung Hasil Buminya

DAIRI, HETANEWS.com - Petani yang sudah menanam tapi tak ada yang membeli, itu sangat tidak adil.Demikian diungkap Hinca saat ditanya landasan timnya rela turun jauh kepelosok kampung bergerilya menjemput hasil bumi warga Dairi.

"Rasa keadilan juga harus sampai ke ladang ladang petani, yakni ada yang membeli. Itulah sebabnya kita kampanyekan terus 'Keadilan Untuk Rakyat Miskin'. Keadilan tidak selau tentang putusan hakim. Sesungguhnya keadilan itu berada disemua lingkup kehidupan kita sebagai warga negara," ujar Hinca.

Tanggal 2 april, petani menelepon ada hasil buminya, tim langsung menjemput Alpokat 450 kg dan Petai 150 ikat dibeli dari 3 kampung, jaraknya lebih dari 10 km dari Rumah Aspirasi Ekonomi Budaya Keadilan yang  di TigaLingga, Dairi.

Tampak angkutan yang dipakai untuk mengangkut hasil bumi oleh tim Hinca

Ketiga kampung itu dikenal dengan nama Namoterep, Tualang dan Sigabirgabir. Proses packaging dikerjakan sampai malam hari. Kemudian pada tanggal 3 april, pukul 4 subuh, trip pertama diberangkatkan ke medan dan sisanya pada pagi hari dengan memanfaatkan moda transportasi lokal. 

Hasil bumi yang diberangkatkan via transportasi lokal

Pak Ujung, Pak Sidabutar, Pak Siregar senang sekali hasil buminya sudah laku. Karena langsung dibayar di ladang. Itulah keadilan! Adil karena hasil bumi sudah terjual. Tentu sangat Tidak adil kalau sudah capek-capel menanam tapi akhirnya tidak ada yg membeli. Ini rasa Keadilan untukRakyat Miskin, yang digaungkan Hinca untuk dunia pertanian, dimulai dari Dairi.

Hari ini ekonomi desa bisa berputar. Kami senang. Petani senang. Semoga bisa bantu KetahananPanganIndonesia yang kami mulai dari pelosok ladang di Dairi. Itulah peran kecil dari kami, LumbungHasilTaniDemokrat Dairi. Jadi, para petani yang baik budi, jangan kuatir. Tetaplah semangat. Tanamlah dengan sepenuh hati, kami bantu menjualnya sepenuh harapan

Baca juga: Kabar Dari Ladang (1)