SIMALUNGUN, HETANEWS.com – Dalam dunia hiburan Siantar-Simalungun, siapa yang tak kenal dengan Tigor Wong yang manggung dan ngamen untuk sosial. Penyanyi yang bersuara emas ini sudah sering naik panggung di sekitar kota Siantar dan Simalungun.

Pencipta lagu dan penyanyi asal Parapat, Tigor Wong berdarah batak dan nias ini lahir pada tanggal 26 Agustus 1985. Penyanyi dan juga pencipta lagu Holan Hata yang memiliki nama asli Aldonson Tigor Jaya Putra Dawolo ini adalah putra dari Dawolo dan Martauli br. Panjaitan.

Pria yang biasa menggunakan celana pendek robek-robek ini mulai meniti karir di Kota Siantar. Dimana setiap manggung pada acara resmi tertentu, ia sering menggunakan aksesories Batak, seperti ulos dan gorga batak. Dia mempunyai style khusus, yaitu sering membawakan nuansa batak di setiap tampil dan uniknya saat manggung selalu menggunakan anting dari permen.


Dengan membawakan lagu nuansa batak dan lagu-lagu pop rock barat, dia digemari orang banyak.Tigor wong juga banyak memberi inspirasi kepada pengamen-pengamen Siantar. Dan dia adalah salah satu pengrajin aksesoris batak, seperti ikat kepala, tali pinggang dan syal.

Lanjut pria yang dari SMP sudah menggeluti musik dan sudah mulai ikut mengamen di kapal tersebut, bercerita dalam perjalanan karir musik nya dia mulai bernyanyi dari cafe ke cafe mini di berbagai kota.

“Bahkan saya sempat merantau ke Kalimantan dan Bali serta Pekanbaru. Saya juga mengatakan pernah mengalami hal yang sedih ketika naik panggung tidak dibayar. Tapi saya tetap menekuni dunia musik hingga saat ini. Tetapi pada saat tertentu kalau rezeki lagi datang, banyak tamu yang dihibur atau pengunjung yang datang memberikan sawer uang naik ke panggung,” ujarnya.

Lanjut anak ke dua dari 5 bersaudara itu menambahkan kalau dirinya biasanya manggung di cafe-cafe di Siantar, Medan, Toba, Bali, Kalimantan, Batam, Pekanbaru, Jakarta, Bandung, dan dari hasil manggungnya tersebut sebagian diberikan kepada orang yang kurang mampu.

“Manggung amal ini sudah saya lakukan 3 tahun lebih. Kegiatan ini saya lakukan sampai nantinya saya menikah dan selama saya lajang saya akan terus manggung dan hasilnya akan saya berikan kepada orang yang sangat membutuhkan,” tegasnya.

“Yang selalu saya ingat dalam benak saya sehingga saya termotifasi melakukan hal ini, ketika adik saya pernah sakit sumsum tulang punggung di tahun 2016. Pada saat itu, teman-teman penyanyi asal Siantar-Simalungunlah yang mengamen dan memberikan bantuan kepada saya. Dan saya tidak tau siapa saja yang memberikan bantuan tersebut, sehingga dengan saya membuat program manggung amal ini bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” ceritanya.

Tigor Wong berharap dengan kegiatan ini, dapat  menggerakkan hati teman-teman musisi dan anak-anak muda dalam bersosial. 

“Awal saya buat ngamen, manggung untuk membantu yang membutuhkan mendapat ejeken dari orang-orang. Dan saya di bilang melakukan itu hanya untuk mengambil ketenaran saja. Namun omongan itu tidak saya perdulikan karena niat saya itu tulus dari hati saya,” ujarnya.

Banyak hasil karya lagu ciptaan Tigor Wong yang telah atau sering kita dengar baik secara langsung atau melalui Facebook bahkan Youtube, seperti Masihol, Holan Hata, Bencana Cinta, Jalo Tangiang Nami Rohani, Muba Ma Ho, Nunga Lamsuda Gogo Mi, dan Sip Sip Manguloki