PAKSITAN, HETANEWS.com - Ribuan orang di Pakistan bergegas untuk divaksinasi pada putaran pertama penjualan vaksin COVID-19 yang dimulai akhir pekan. Situs vaksinasi di kota selatan Karachi mengatakan, vaksin sudah habis terjual pada Minggu (4/4).

Pakistan saat ini menawarkan vaksin gratis hanya kepada petugas kesehatan garis depan dan lansia di atas 50 tahun, namun pelaksanaannya sejauh ini lambat.

Bulan lalu, Pakistan mengizinkan impor vaksin komersial oleh sektor swasta untuk masyarakat umum. Menjadikannya sebagai negara pertama yang mengizinkan impor vaksin untuk kebutuhan penjualan komersial.

Tahap pertama memperlihatkan penjualan komersial vaksin Sputnik V asal Rusia kepada masyarakat umum seharga 12.000 rupee Pakistan untuk dua dosis atau sekitar Rp 1.144.554 (1 Rupee Pakistan=Rp 95,38).

Terlepas dari biayanya, sejumlah pusat vaksinasi melaporkan antrean panjang masyarakat. Di Karachi, orang-orang rela mengantre hampir 3 jam.

"Saya sangat senang mendapatkannya, karena sekarang ini (vaksinasi) diperlukan untuk bepergian," kata Saad Ahmed (34), setelah mendapat suntikan di sebuah rumah sakit swasta kelas atas di Karachi.

Dr. Nashwa Ahmed, yang menjalankan vaksinasi di Rumah Sakit Kota Selatan Karachi, mengatakan, antrean panjang langsung terjadi begitu vaksinasi dibuka. Sementara itu di media sosial, antrean panjang terlihat hingga larut malam.

Rumah sakit memperoleh 5.000 dosis Sputnik V dan hanya dalam dua hari semua stoknya telah diberikan atau dipesan sebelumnya.

Para perusahaan, termasuk salah satu bank terbesar di Pakistan, juga telah membeli dalam jumlah besar agar para pegawainya segera divaksinasi.

Pemerintah dan importir sebenarnya masih terjebak dalam sengketa harga. Pemerintah Pakistan awalnya setuju membebaskan vaksin impor dari batasan harga, tetapi kemudian membatalkan pengecualian tersebut dan mengatakan akan menetapkan harga maksimum.

Satu perusahaan farmasi, yang telah mengimpor 50.000 dosis Sputnik V, bahkan menggugat pemerintah ke pengadilan, hingga akhirnya memenangkan perintah sementara yang mengizinkannya untuk menjual vaksin sampai penetapan harga diputuskan.

Penjualan vaksin swasta dimulai ketika negara tersebut berurusan dengan gelombang baru infeksi COVID-19 dan keterisian rumah sakit meningkat.

Jumlah pasien kritis pengidap COVID-19 telah mencapai 3.568, angkat tertinggi sejak pandemi dimulai, kata menteri kabinet. Pakistan sejauh ini melaporkan 687.908 infeksi dan 14.778 kematian.

sumber: kumparan.com