NTT, HETANEWS.com - Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor. Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel pun menyerukan agar pemerintah segera menetapkan Keadaan Luar Biasa (KLB) untuk bencana yang terjadi di sana.

"Harus segera menetapkan status Keadaan Luar Biasa (KLB) karena sudah darurat," kata Gobel di Waingapu, Sumba Timur, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (5/4).

Gobel saat ini berada di Sumba untuk kunjungan kerja. Ia merasakan betul bagaimana cuaca buruk terjadi di sana.

Ia datang ke Sumba dari Jakarta pada Minggu (4/4). Ia terbang via Bali dan langsung ke Waingapu. Di Sumba hujan terus mengguyur hingga membuat Sungai Kambaniru yang terbesar di Sumba Timur meluap dan membuat bendungan jebol serta memutus jembatan.

Bandara Waingapu tempat ia mendarat pun sempat terendam karena hujan yang tidak berhenti. Beruntung ia tiba sebelum banjir datang.

Kesulitan menuju NTT juga dirasakan rombongan Gobel yang berangkat sehari sebelum dia. Rombongan yang berangkat melalui Bandara El Tari, Kupang, tidak bisa mendarat karena hujan deras. Pesawat pun kembali ke Makassar.

Rombongan itu kemudian berangkat melalui Bali langsung ke Sumba.

Gobel dalam keterangannya, mengatakan dua wilayah paling parah di NTT terjadi di Flores Timur dan Lembata. Dua kabupaten itu mengalami longsor dan banjir bandang akibat hujan terus menerus. korban meninggal dunia juga mencapai puluhan.

Dengan kondisi seperti itu Gobel menilai pemerintah harus segera menetapkan status KLB. Ia mengatakan warga membutuhkan bantuan seperti tempat tinggal, pakaian dan makanan.

"Mereka butuh bantuan segera," kata Gobel.

Gobel dan Pemprov NTT akan berkoordinasi untuk menyumbang bantuan seperti membuka dapur umum, selimut, dan sejumlah kebutuhan logistik lainnya.

sumber: kumparan.com