SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Tujuan wisata Danau Toba Parapat tercoreng lantaran kasus pemalakan oleh oknum Juru Parkir kepada wisatawan belum lama ini. 

Tak sedikit warga yang kecewa apalagi wisatawan. Diyakini bila kasus semacam ini dibiarkan kunjungan wisatawan ke daerah destinasi prioritas itu akan merosot. 

Jauh hari sebelum kasus pemalakan, sejumlah kasus lain terjadi di wilayah hukum Polsek Parapat. Diantaranya pencurian sepeda motor, judi dan peredaran gelap narkotika. 

Disamping itu, para preman kampung yang mengaku Juru Parkir diduga kerap melakukan pemerasan kepada wisatawan. Kasus semacam ini memuncak saat seorang wisatawan merekam aksi Jukir yang melakukan pemerasan.

Hetanews mencatat beberapa kali aksi pemerasan, pemalakan yang dilakukan oleh oknum preman yang mengaku Jukir.

Belum lama ini seorang sopir mengaku mengalami penganiayaan dan pemerasan oleh oknum Jukir di Jalan Sisingamangaraja depan Pantai Bebas Parapat.

Kasus serupa juga terjadi pada Minggu 21 Maret 2021 di Jalan Sisingamangaraja depan Hotel Pelangi. Aksi pemerasan oleh pria yang mengaku Jukir itu direkam oleh korban dan viral di media sosial.

Ironisnya, aksi pemalakan itu terjadi tak jauh dari markas Polsek Parapat. Namun demikian polisi tak begitu tegas memberantas tindakan yang membuat warga dan wisatawan tak nyaman.

Kapolsek Parapat, Iptu Hosea Ginting dikonfirmasi Hetanews justru sikit bicara. Ia tampaknya enggan mengomentari aksi para preman kampung yang meresahkan itu. 

Bahkan Hosea mengarahkan anggotanya untuk menjawab konfirmasi wartawan. "Langsung ke Polsek jumpai Kanit," katanya lewat pesan WhatsApp, Jumat (2/4).

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Parapat, IPDA R Simbolon pun menjawab. Dia mengaku saat ini dilakukan pencarian terhadap oknum yang melakukan pemalakan tersebut. 

"Kami dan Tim Jatanras Polres Simalungun sudah melakukan pencarian pelaku pemalakan tersebut di berbagai lokasi. Namun belum ketemu mohon bersabar," katanya. 

Pantauan Hetanews, aksi pemerasan kerap terjadi di Jalan Sisingamangaraja kompleks Pantai Bebas Parapat sekitarnya. 

Lokasinya hanya sekitar 500 Meter dari markas Polsek Parapat. Diduga pemuda setempat yang menganggap dirinya sebagai preman mengambil jatah parkir, yang diduga dikelola secara liar. 

Dengan lokasi yang tidak begitu jauh dari markas Polsek, aksi semacam itu sebetulnya tidak bakal terjadi bila polisi bekerja menjaga kenyamanan ketertiban warga dan wisatawan.

Baca juga: Seorang Diduga Berseragam ASN Mencuri Di Indomaret Laguboti

Penulis: Kontributor Toba, Feri