SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Kejaksaan Negeri Simalungun melakukan penahanan terhadap 2 tersangka pelaku korupsi di Bank Syariah Mandiri (BSM) KCP Perdagangan, Simalungun Sumatera Utara Senin (30/3/2021).

Penahanan kedua tersangka pasca dilakukan tahap 2 oleh Kejaksaan Agung RI ke Kejari Simalungun melalui Kejatisu.

Kedua tersangka, Memet Soilangon Siregar selaku direktur PT Tanjung Siram, Dani Surya Satria selaku mantan kepala BSM KCP Perdagangan Simalungun 2009 - 2010. Terduga korupsi senilai Rp.32.565.870.000.

 Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun Bobbi Sandri SH MH didampingi Kasi Pidsus Asor Olodaiv Siagian SH kepada wartawan, Rabu (31/3/2021) di ruang kerjanya.

"Tahap 2 dari Kejagung diserahkan ke ke Kejari Simalungun melalui Kejati. Karena tempat kejadian perkara di wilayah hukum Simalungun. Perkara tersebut mulai disidik oleh Kejagung hingga dinyatakan lengkap dan segera disidangkan," jelas Bobbi.

 Selama tahap penyelidikan (Lid) dan Penyidikan (Dik) kedua tersangka tersebut tidak dilakukan penahanan. Namun, pasca perkaranya tahap II (penyerahan berkas dan tersangka) ke Kejari Simalungun kedua tersangka langsung ditahan dan dititipkan di Lapas Tanjung Gusta Medan.

" Kasus tersebut ketika dalam penyelidikan dan penyidikan sepenuhnya ditangani oleh Kejagung. Untuk tim jaksa yang akan menyidangkan perkara tersebut dari Kejagung, Kejati dan Kejari Simalungun (tim)," sebut Bobbi.

 Secara singkat kronologi perkara dipaparkan Asor Siagian SH, perkara dugaan tindak pidana korupsi terjadi pada tahun 2009 s/d 2010 terkait pemberian fasilitas pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri kepada Debitur PT Tanjung Siram.

Pemberian fasilitas tersebut diduga banyak penyimpangan dan telah terjadi mark up harga beli kebun Bagan Baru dalam permohonan yang diajukan PT Tanjung Sari ke Bank Syariah Mandiri Perdagangan.

 Para tersangka mengetahui jika lahan yang akan dibeli di Desa Aek Kanan Bagan Baru antara PT Tanjung Siram dengan PT Suka Damai Lestari hanya senilai Rp 32 miliar, tetapi tetap memasukkan harga jual beli kebun senilai Rp 48.051.826.000.

Penyusunan Analisa Cashflow/Repayment Capacity dengan data yang tidak valid dan diduga agar PT Tanjung Siram seolah-olah memiliki kemampuan membayar. Lalu pencairan fasilitas pembiayaan tidak dilakukan secara bertahap sesuai dengan progress yang dicapai serta tidak melampirkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau tagihan/invoice dari suplier.

Dengan penyimpangan-penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian negara cq PT Bank Syariah Mandiri KCP Perdagangan Simalungun sebesar Rp 32. 565.870.000, jelas Siagian.

Para tersangka dijerat melanggar pasal 2 (1) atau pasal 3 Jo pasal 18 UU No.31/1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang perubahan UU No.31/1999 tentang Tipikor Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.