Simalungun, hetanews.com - Jaksa Julita Nababan SH menuntut pidana penjara selama 13 tahun denda 60 juta subsider 6 bulan terhadap terdakwa Legiman alias ABG (50) warga Kecamatan Bandar Simalungun. Agenda persidangan Rabu (31/3/2021) seyogianya mendengarkan putusan hakim Pengadilan Negeri Simalungun.

Namun ditunda, karena putusan belum siap dan ditunda hingga Rabu mendatang. Terdakwa  terbukti mencabuli anak tirinya sebut saja Sella (nama disamarkan) yang masih Berusia  15 tahun.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta hukum yang terungkap dalam persidangan pencabulan tersebut dilakukan terdakwa secara berulang kali di dalam rumah orang tua korban sejak tahun 2018 hingga Juni 2020 sekira pukul 12.30 Wib, ketika itu korban masih duduk di bangku SMP.

Setiap melakukan perbuatannya,  terdakwa mengancam korban dengan kata-kata "kalau kau tidak mau kuambil nanti kau tidak ayah sekolahkan dan awas jangan coba-coba kasih tau sama ibu kamu" ancam terdakwa.

Begitulah setiap kali terdakwa mencabuli korbannya ketika ibu kandung korban dan dua adiknya sedang tidak berada di rumah.

Hasil Visum Nomor. 1103/VI/UPM/I/2021 tanggal 22 Januari 2021 yang dibuat dan ditandatangani dr Martha Silitonga SpOG dokter pada RSU Daerah Dr Djasamen Saragih P Siantar menyimpulkan jika korban  sudah tidak gadis lagi.

Terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara dari LBH Perjuangan Keadilan Fransiskus Silalahi SH memohon agar hakim meringankan hukumannya. Dengan alasan sangat menyesali perbuatannya.

Untuk mendengar vonis majelis hakim diketuai DR Nurnaningsih SHMH, persidangan dilanjutkan Rabu mendatang. (Ay)