SIMALUNGUN, HETANEWS.com – Sesuai dengan peraturan pemerintah Undang Undang/ UU No.7 tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian sebagai Kejahatan, peraturan ini merupakan revisi dari pasal 542 ayat (1) Kitab Undang Undang Hukum Pidana/ KUHP pasal 303 tentang Perjudian.

Namun, hal itu tidak berlaku di kabupaten Simalungun dimana perjudian yang menggunakan mesin seperti gelper dan jackpot masih saja beroperasi dengan kokoh di Simalungun.

Tidak tersentuhnya gelper maupun jackpot di kabupaten Simalungun membuat pandangan dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian Simalungun mulai mengurang.

“Bagaimana kita percaya kepada kepolisian sekelas judi mesin gelper dan jackpot saja tidak bisa di berantas,” ujar BD salah seorang masyarakat Perdagangan.

Lanjutnya, kecurigaan kepada kepolisan muncul dimana semakin banyaknya gelper dan jackpot beroperasi menimbulkan banyaknya pertanyaan bagi masyarakat. 

“Kalau disini kan bang di masyarakat itu sudah jenuh untuk melaporkannya. Malah banyak yang bilang kalau polisilah yang bekap orang itu. Itu kan wajar bang karena setiap tahun judi itu semakin berkembang,” ujarnya.

“Harapan kita dari masyarakat Kapolres Simalungun menutup lokasi tersebut. Karena kita tidak mau anak-anak kita terpengaruh. Inikan sudah mengajarkan pola pikir sih anak menjadi rusak," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga meminta bertanya apakah tempat perjudian menggunakan mesin diijinkan di kabupaten Simalungun? Kenapa sampai saat ini tempat itu tidak pernah sama sekali di razia.

"Ayolah pak Kapolres bagai mana nanti kalau anak bapak terjerumus kepada permainan judi seperti itu? Apa tunggu terkena dulu anak bapak baru tempat itu ditutup," tegasnya.