SIANTAR, HETANEWS.com - Polemik PPDB 2021-2022 di Kota Siantar khususnya di Kecamatan Siantar Martoba telah dianalisa oleh Disdik Siantar. 

Disdik menawarkan solusi filial atau kelas jauh untuk siswa siswi lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP. Skema filial masih disusun dalam bentuk draft.

Plt Kadisdik Rosmayana menuturkan, dari kategori zonasi PPDB (penerimaan peserta didik baru) daya tampung sekolah yang kurang di kecamatan Siantar Martoba.

"Kelebihan siswa di kecamatan Siantar Martoba ada 639 siswa yang diproyeksi tamat. 322 siswa masuk dalam rombel. Jadi sisanya 317 siswa yang kekurangan (sekolah)," kata Rosmayana kepada anggota Komisi II, Senin (29/3).

Pihaknya merencanakan memakai ruangan kelas SD hasil grouping untuk di kecamatan Siantar Martoba dijadikan ruang kelas jauh. Sementara SMP Negeri 7 menjadi sekolah induk.

Pertimbangan untuk rencana filial dinilai lebih memudahkan ketimbang mendirikan sekolah SMP Negeri yang baru di kecamatan tersebut. 

Selain anggaran pembangunan dan lokasi, sekolah baru harus memerlukan persyaratan NPSN kemudian didaftarkan ke Kementerian.

Setelah menerima saran dan pendapat dari sejumlah anggota Komisi II, Rosmayana berencana melakukan sosialisasi mengenai hal tersebut kepada sekolah sekolah di SD.

"18 SD negeri dan swasta di Kecamatan Martoba. Kami akan tindak lanjuti hal ini dengan surat edaran ke sekolah," katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi II  Rini Silalahi memastikan pihaknya akan mengawal dan mengevaluasi kebijakan Disdik Siantar terkait filial tersebut.

Baca juga: Lulusan SD Siantar Martoba Jadi Korban Zonasi Permendikbud