MEDAN, HETANEWS.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di wilayah sumut hingga 5 April 2021.

Dalam perpanjangan PPKM Mikro kali ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut lebih detail menerapkan zonasi di enam kabupaten/kota yang menjadi sasaran PPKM Mikro. 

Kebijakan perpanjangan PPKM Mikro ini tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/9/INST/2021. Dalam surat tersebut, dijelaskan empat zonasi untuk enam kabupaten/kota yaitu Medan, Binjai, Pematangsiantar, Deli Serdang, Simalungun dan Langkat.

Keempat zona tersebut adalah zona hijau dengan kriteria tanpa kasus di satu rukun tetangga (RT), kedua zona kuning dengan satu hingga lima kasus di satu RT selama tujuh hari terakhir.  

Ketiga zona orange dengan enam sampai 10 kasus selama tujuh hari terakhir di satu RT dan terakhir zona merah dengan lebih 10 kasus di tujuh hari terakhir. Dalam instruksi tersebut tertuang juga metode pengendalian Covid-19 di masing-masing zona.

Khusus zona merah dan orange, penanganan akan dilakukan secara ketat di tingkat RT. Tak hanya itu, Satgas Covid-19 juga diminta untuk menutup tempat ibadah, tempa bermain anak dan tempat umum lainnya terkecuali sektor esensial. 

Tak hanya itu, pihaknya juga melarang kerumunan melebih tiga orang, pembatasan keluar masuk warga hingga pukul 20.00 WIB dan kegiatan sosial yang menimbulkan kerumunan dilarang. 

Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Oemar mengatakan bahwa perpanjangan PPKM Mikro tersebut menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 06 Tahun 2021.

"Gubernur Sumut menginstruksikan untuk kembali mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 hingga tingkat desa/kelurahan, RT dan RW, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 secara lebih ketat," kata Irman. 

PPKM Mikro juga dilakukan bersamaan dengan PPKM kabupaten/kota seperti pembatasan tempat kerja dengan Work Form Home (WFH) dan Work From Office (WFO) 50 persen, kegiatan belajar mengajar daring, pembatasan jam operasional usaha dan lainnya.

Di Sumut sendiri, perkembangan kasus Covid-19 masih fluktuatif, dari 13 hingga 19 Maret tercatat rata-rata perhari pada periode tersebut 88 kasus positif. Sedangkan untuk kesembuhan rata-rata perhari 54 orang, dan kematian rata-rata dua orang per hari.

"Penyebaran di Sumut masih cukup tinggi sehingga Pemprov Sumut lebih mengintensifkan lagi PPKM Mikro dan PPKM Kabupaten/Kota. Harapannya tentu masyarakat lebih sadar akan kepentingan bersama menekan penyebaran Covid-19," ucapnya.

Pemprov Sumut akan mengevaluasi kembali pelaksanaan PPKM Mikro, untuk membuat kebijakan berikutnya. 

"Karena itu kita meminta kepala daerah agar melakukan monitoring ketat, berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan secara berkala untuk mengendalikan Covid-19 di daerah. Setelah itu, kita akan evaluasi kembali untuk membuat kebijakan selanjutnya," ucapnya. 

Baca juga: Berikut Aturan Pemberlakuan PPKM Mikro Selama 14 Hari

Sumber: inews.id