SIANTAR, HETANEWS.com - Juwita Lenny Anjeli Sihotang dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa Lynce Jernih SH. Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 170 (2) ke-2 KUH Pidana.

Menurut jaksa, Juwita terbukti melakukan perencanaan penganiayaan terhadap saksi korban Alboni Steventua Gultom. Penganiayaan itu dilakukan bersama sama dengan terdakwa Willy Simanjuntak dan Denny Doefinov Nainggolan als Pak Guru (sudah dihukum). Mikael Lumban Tobing dan Aseng Nainggolan (DPO).

Terdakwa Juwita dengan menggunakan akun Facebook Willy berpura pura ingin membeli ponsel dari korban dan mengajak bertemu. Juwita ingin membalaskan dendamnya kepada korban yang pernah memukul kepalanya.

Lalu Willy sepakat bertemu dengan korban di jalan Darussalam Kelurahan Kebun sayur Siantar Martoba pada Senin, 25 Mei 2021. Saat bernego tentang penjualan hape korban, terdakwa Juwita datang dari arah belakang korban dan langsung menikam bagian punggung korban dengan pisau yang sudah dipersiapkan.

Korban berusaha melarikan diri, tapi ditarik Willy sambil memukul bagian mata kiri korban. Tak hanya itu, Willy juga mengambil pisau dari dalam tasnya dan memukulkan sarung pisau tersebut ke bagian mata korban.

Lalu Pak Guru datang dan memaksa korban naik ke sepeda motor Mikael Lumban Tobing als Tobing (DPO) menuju hotel Tiara di jalan SM Raja Siantar. Di hotel tersebut, korban kembali dianiaya oleh Willy, Tobing, Pak Guru.

Berto Sihombing (DPO) juga sempat membakar kaki korban dengan api rokok dan Aseng (DPO) menampar pipi kanan dan kiri korban. Lalu korban dipulangkan dengan gojek yang dipesan Willy.

Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuh dan wajahnya sesuai visum et revertum

Atas tuntutan jaksa, terdakwa meminta agar hakim meringankan hukumanya. Untuk putusan, majelis hakim menunda persidangan hingga Senin mendatang.