SINGAPURA, HETANEWS.com - Warga Singapura gempar sejak Selasa (23/03/2021). Penyebabnya, beredar sebuah video berdurasi 44 detik menunjukkan pelajar mengencingi pelajar lain.

Berdasarkan video yang diperoleh dan diakses oleh Kompas.com, terlihat dua orang pelajar pria dalam kondisi telanjang tanpa sehelai benangpun berjongkok menghadap dinding dari dinding kamar mandi.

Lokasi video dipastikan adalah kamar mandi kampus Politeknik Ngee Ann yang berada di distrik Clementi, Singapura Barat. Kemudian muncul gerombolan pelajar berjumlah enam orang menghampiri kedua pelajar itu.

Mereka bergiliran mengencingi kedua pelajar itu. Salah satu berkata, “Pastikan kalian semua kencing.” Pelajar yang lain menyahut, “Kencingi rambutnya! kencingi rambutnya!”

Guyuran air kencing pun mengalir membasahi rambut dan tubuh dari kedua pelajar itu. Ketika salah satu pelajar yang dikencingi mencoba membuka keran shower untuk membersihkan tubuhnya, pelajar yang mengencingi meminta dia menghentikannya.

“Jangan coba mandi, jangan coba mandi.” tukasnya

Politeknik dan Kepolisian Lakukan Investigasi

Politeknik Ngee Ann menyampaikan kepada Kompas.com bahwa mereka sedang menginvestigasi insiden yang menimbulkan rasa jijik warga "Negeri Singa” itu.

Politeknik membenarkan bahwa pelajar-pelajar itu menempuh pendidikan di institusi mereka. Pihak yang berwenang telah mengidentifikasi identitas keenam pelajar dan akan menggelar sidang indispliner untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Pihak politeknik tidak akan segan menghukum keras pelajar-pelajar itu jika terbukti melanggar peraturan. Awalnya banyak yang menduga ritual kencing ini adalah bagian dari pelonco masa orientasi kampus terhadap pelajar baru.

Namun politeknik memastikan bahwa video tidak diambil ketika periode orientasi kampus. Tidak diketahui pasti kapankah peristiwa ini terjadi.  Namun diperkirakan tidak dalam waktu begitu lama yang lalu karena sejumlah pelajar terlihat memakai masker di bawah dagu mereka.

Adapun warga Singapura diwajibkan memakai masker sejak April 2020 untuk menghadapi penyebaran pandemi Covid-19. Kepolisian Singapura dalam pernyataannya menyampaikan sedang menginvestigasi kasus voyeurisme ini.

Pelajar yang Dikencingi Angkat Suara

Salah satu pelajar yang dikencingi angkat suara melalui story di Instagram. Dia membantah bahwa dia dibully dalam insiden pengencingan itu.

“Tidak benar itu bully, saya tidak masalah dikencingi, itu hanya untuk kesenangan.”

Dia tidak mengetahui siapakah yang telah mengunggah video tersebut namun meminta agar netizen tidak perlu heboh berlebihan atas kemunculan video itu. Dia juga mengerti akan kekhawatiran warga yang melihat dia sebagai korban bully.

Pelajar ini melanjutkan bahwa pengencingan dilakukan atas dasar suka sama suka atau sukarela, dengan izin dari yang mengencingi dan dikencingi. Dia kemudian meminta agar warga berhenti menyebarkan video itu agar kegemparan tidak semakin menjadi-jadi.

Sumber: kompas.com