NTT, HETANEWS.com - Warga Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan penemuan jasad seorang pria yang telah membusuk. Korban yang diduga meninggal sejak Minggu (21/3) itu ditemukan di lahan kosong milik PT Pelindo III. Korban teridentifikasi bernama Kisman Kasehung (49), warga Lingkungan III, RT 05 RW 004, Kelurahan Sindulang Satu, Kecamatan Tumiting, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

"Berdasarkan hasil visum dari tubuh korban, terdapat 17 bekas tusukan pada bagian perut dan dada korban, luka sayatan pada tangan kanan dan luka robek pada bagian leher serta pendarahan pada bagian kepala," kata Kapolsek Alak, Kompol Tatang P Panjaitan, Rabu (24/3).

Korban merupakan seorang kapten kapal pandu, yang berlayar dan sering singgah di Kota Kupang. Di Manado, korban memiliki istri bernama Stefi Baliude (49).

Sementara di Kota Kupang, korban juga memiliki istri tidak sah bernama Mieke Taghulihi (45), yang indekost di RT 014 RW 005, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Saat korban ditemukan, terdapat belasan bekas luka tusukan pada bagian perut dan dada, luka sayatan pada tangan kanan dan juga luka robek pada bagian leher, serta pendarahan pada bagian kepala.

Jenazah korban pertama kali ditemukan Safa Gisela (12), seorang pelajar yang tinggal di Kelurahan Alak. Saat itu Safa dan beberapa orang temannya hendak mencari belalang di lahan kosong milik PT Pelindo III.

Namun saat mendekat di lokasi kejadian, Safa dan temannya mencium aroma busuk, yang setelah mereka cek ternyata jenazah manusia. Karena takut, Safa dan teman-temannya meninggalkan lokasi kejadian dan pulang ke rumah.

Tiba di depan rumah Arjun, seorang nelayan di Kelurahan Alak, Safa memberitahukan soal keberadaan mayat di lahan kosong. Arjun dan Safa sempat ke lokasi kejadian untuk memastikan temuan itu.

Arjun mendapati mayat seorang pria yang sudah membusuk dan dikerubungi lalat. Arjun tidak dapat nengenali mayat korban, karena sudah menghitam.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan terlentang menggunakan celana pendek warna abu-abu dan baju kaos berkerah, serta tubuh korban dalam kondisi membengkak, terdapat banyak lalat dan belatung serta mengeluarkan bau.

Di sekitar lokasi kejadian dekat tubuh korban ditemukan dua bilah pisau dengan jenis yang sama. Arjun pun melaporkan hal itu kepada petugas piket Pospol Alak.

Informasi yang dihimpun, bahwa pada Minggu (21/3) pagi sekitar pukul 06.30 WITA, Mieke Taghulihi bersama korban olahraga pagi dari arah indekos, melintasi lokasi kejadian menuju arah Pelabuhan Tenau, kemudian kembali ke indekos melalui jalan umum.

Saat tiba, Mieke masih memandikan korban karena korban sakit. Selanjutnya Mieke keluar untuk membeli ikan di pasar Alak. Saat kembali ke indekos, Mieke mendapati kamar dalam keadaan tertutup namun korban tidak ada di dalam kamar.

Mieke sempat meminta bantuan tiga orang sekitar untuk bersama-sama mencari korban. Mereka sempat mencari hingga ke lokasi kejadian, namun tidak ditemukan.

Mieke kaget karena pada Selasa (23/3) malam ia mendapat kabar kalau ada penemuan mayat di lahan kosong milik PT Pelindo III, yang berdekatan dengan kostan mereka.

Mieke ke lokasi kejadian karena kuatir jenasah itu adalah korban. Ia kaget saat melihat jenazah yang ditemukan merupakan suaminya.

Pada Minggu (21/3), Stefi Baliude terbang dari Manado dengan pesawat lion air hendak menjemput korban, karena mendapat kabar kalau korban sakit.

Ia tiba di Kupang sekitar pukul 14.30 WITA dan menuju ke pelabuhan Tenau Kupang untuk mencari informasi, tentang keberadaan korban karena korban merupakan kapten Kapal Pandu yang saat ini berada di pelabuhan Tenau Kupang.

Stefi memperoleh informasi tentang tempat tinggal korban bersama Mieke. Ia pun menggunakan jasa ojek ke indekos Mieke, namun tidak menemukan korban.

Stefi hanya bertemu Mieke. Saat itu sempat terjadi pertengkaran antara Stefi dan Mieke yang ditangani ketua RT setempat. Ketua RT sempat menghadirkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Alak untuk melakukan mediasi antara istri sah dan istri kedua korban.

Karena tidak ada kerabat di Kota Kupang, Stefi pun menumpang tinggal di rumah ketua RT setempat, sambil menunggu korban pulang dan bisa bertemu korban.

Stefi juga kaget mendapat kabar kalau korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di lahan kosong.

Anggota Pospol Alak, Polsek Alak, Polsubsektor KP3 Laut Tenau dipimpin Kapolsek Alak, Kompol Tatang P Panjaitan serta piket identifikasi Satuan Reskrim Polres Kupang Kota ke lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Tim gugus tugas Covid-19 Puskesmas Alak dipimpin Kepala Puskesmas Alak, Panondang M Panjaitan juga ke lokasi kejadian, untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Petugas medis tidak dapat melakukan tes swab antigen karena kondisi jenazah korban telah membusuk, sehingga langsung dievakuasi ke RSB Titus Uly Kupang.

Jenazah korban masih berada di RSB Titus Uly Kupang dan direncanakan akan dilakukan autopsi. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti pisau dan pakaian korban serta memeriksa sejumlah saksi.

sumber: merdeka.com