Siantar, hetanews.com - Kapuspen Kemendagri Benni Irwan, memastikan jabatan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah-Togar berakhir pada Februari 2022 mendatang. Sesuai UU jabatan Kepala Daerah (KDH) adalah 5 tahun, maka masa jabatan Hefriansyah berakhir hingga 2022 pasca dilantik Gubsu pada 2017 lalu.

Meski Siantar telah melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020 dan telah ditetapkan pemenangnya pasangan Asner-Susanti.

Menanggapi hal ini Tumpal Sinaga SH selaku praktisi hukum/advokat mengatakan, Hefriansyah berhak melaksanakan tupoksinya sebagai Walikota Pematangsiantar hingga periodenya berakhir. 

"Semua kebijakan dan wewenangnya dapat dijalankan sebagaimana mestinya sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku," kata Tumpal.

Dalam hal ini, panitia pelaksana Pilkada dan KPU tidak dapat dipersalahkan. Karena Kemendagri juga yang mengikut sertakan Siantar dalam Pilkada. Dan kebijakan pemerintah juga melalui Kepmen menunda pelantikan walikota pemenang Pilkada.

Hefriansyah berhak melanjutkan periodesasi nya dengan segala kewenangannya. Dalam hal ini, pihak yang dirugikan adalah pemenang Pilkada.

Meski awalnya, DPRD melalui penetapannya mengusulkan pemberhentian Walikota dengan kompensasi yang menjadi hak walikota sisa masa kepemimpinannya akan dibayarkan.

Menyinggung tentang apakah Walikota terpilih pemenang Pilkada pada Desember lalu, akan dilantik untuk 5 tahun ke depan atau hanya 2 tahun. Menurut Tumpal.

"sesuai kebijakan nantinya, karena kita belum tahu sistem yang selalu berubah ubah," kata Tumpal yang saat ini sebagai Wakil Ketua PERADI Siantar- Simalungun .