SIANTAR, HETANEWS.com - Penyebab kematian Ferel Christian Siahaan (26) masih menjadi misteri. Terakhir kali jenazahnya ditemukan terlentang tanpa busana diatas bebatuan di aliran sungai Bah Bolon, Sabtu pagi 20 Maret 2021 pukul 07.30 wib.

Sebelum kejadian itu, Ferel terlibat kejar kejaran dengan polisi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 Wib. Pria berperawakan gempal itu mengendarai sepeda motor scoopy sementa polisi mengendarai mobil.

Aksi ini berlangsung dari jalan Bola kaki sampai dengan jalan Ricardo Siahaan Kelurahan Aek Nauli Kecamatan Siantar Selatan tepatnya jembatan merah SKI.

Menurut keterangan tertulis yang diterima dari Humas Polres Siantar, Ferel menabrak sisi jembatan lalu terjatuh kemudian berlari dan melompat ke sungai Bah Bolon.

Polisi serta warga sekitar turun untuk melakukan pencarian namun Ferel tidak berhasil ditemukan. Dari lokasi ia melarikan diri ke titik jenazahnya ditemukan kurang lebih 2 KM. Aliran sungai cukup tenang seperti biasanya.

Pria yang pernah menjadi pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia [SBSI] Kota Siantar itu ditemukan tak bernyawa telentang di atas batu oleh seorang warga, Suryadi.

Tim Inafis bersama dengan piket opsnal dan polsek siantar selatan langsung menghubungi BPBD untuk mengevakuasi mayat secara bersama sama.

Masih dalam keterangan Humas, aksi kejar kejaran merupakan pengungkapan kasus pencurian sepeda motor Honda scoopy.

Scoopy merah tanpa plat tersebut hilang Senin tanggal 15 Maret 2021 sekira pukul 15.10 WIB di jalan Melanthon Siregar Kelurahan Marihat Jaya Kecamatan Siantar Marimbun.

Pelapor ialah Achmad Arbai (29) warga Suka Mulia Desa Pinang Ratus Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun.

Baca juga: Tubuh Ferel Ditemukan Luka Akibat Benda Tumpul