HETANEWS.com - Nasib kontingen bulu tangkis Indonesia di All England turut mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo. Kepada Menpora Zainudin Amali, Jokowi meminta adanya tindakan cepat dan tegas soal kejadian ini.

Sebelumnya, Atlet-atlet Indonesia dipaksa mundur dari All England 2021 karena berada dalam satu pesawat dengan orang positif COVID-19 saat melakukan penerbangaan dari Istanbul ke Inggris. Atas hal tersebut, seluruh pemain dan ofisial Indonesia pun harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Kevin Sanjaya dan Marcus Fernaldi Gideon di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2020.
Foto: Dok. PBSI.

"Presiden minta kepada kami untuk melakukan langkah cepat dan terbaik terutama untuk menyelamatkan anak-anak kita di sana. Di sisi lain, Presiden juga minta perlakuan tak baik pada kita jangan didiamkan, harus dipersoalkan. Ada jalur-jalurnya, via NOC (National Olympic Committe) dan PBSI," ucap Zainudin dalam konferensi persnya, Jumat (19/3).

"Kami memberi dukungan kepada NOC dan PBSI, dan kami dorong itu. Makanya sangat jelas pernyataan kami BWF tak profesional, tak transparan, dan diskriminatif. Atas dasar itu, kami minta BWF direformasi," tambahnya.

Melalui keterangan resminya yang dirilis, Kamis (18/3), BWF menyatakan pihaknya tak bisa berbuat apa-apa karena keputusan karantina untuk tim Indonesia merupakan keputusan dari National Health Service (NHS).

Hal itu kemudian dinilai Menpora sebagai sikap tak bertanggung jawab dan cenderung buang badan. Sebelumnya, KBRI di London juga sudah melayangkan protes keras kepada BWF atas keputusan memaksa tim 'Merah Putih' mundur dari perhelatan All England 2021.

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur, Marcus Gideon Main Raket di Hotel

Sumber: kumparan.com