LANGKAT, HETANEWS.com - Kasus dugaan pelecehan seksual melibatkan oknum aparat yang bertugas di Pos Pangkalan Brandan Langkat, Sumatra Utara, gegerkan warga. Oknum tersebut diduga melakukan perbuatan tak senonoh kepada bocah perempuan berusia 8 tahun.

Informasi diperoleh, peristiwa pelecehan itu terjadi pada Kamis (18/7/2021). Ketika itu, korban bersama empat temannya bermain di areal Pos Pangkalan Brandan. Saat itu oknum aparat AA memanggil mereka untuk bermain. 

Untuk mengelabui aksinya, AA meminta rekan-rekan korban pergi membeli jajanan ke warung. Saat itulah dia beraksi, dengan modus membuat video TikTok, AA memangku korban sembari meraba-raba ke organ intim.

"Saat itu aku masih di Seruwai, begitu mendengarnya terkejut kali aku," kata orang tua korban berinsial ER ketika dikonfirmasi.

Saat itu juga ER mendatangi anaknya di Pos Pangkalan Brandan. Pengakuan anaknya sesuai dengan informasi yang beredar jika terjadi saat membuat video TikTok.

"Setiba di lokasi warga sudah ramai di pos. Ada seorang warga yang merekam kejadian itu, namun ketika diperiksa videonya sudah dihapus. Hancur kali perasaanku, anakku diperlakukan begitu," ujar ER.

Menurutnya, oknum AA sempat meminta maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya. Dia langsung diamankan kesatuannya di Belawan, Kota Medan.

"Sekarang dia (AA) sudah dibawa atasannya. Aku minta agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini. Gak terima aku anakku dilecehkan seperti itu," ucap ER.

Camat Sei Lepan Muhammad Iqbal membenarkan peristiwa dugaan pelecehan yang dialami warganya itu. Dia berharap agar AA bisa diproses sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.

"Padahal AA itu rajin berbaur dengan masyarakat sekitar dengan menggelar gotong royong. Gak nyangka juga sampe seperti ini. Tadi tersangka dah dibawa petugas. Semoga bisa diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian ini tidak terulang lagi," ucapnya.

Sumber: inews.id