JAKARTA, HETANEWS.com - Sengketa lahan berujung bentrokan terjadi di Pancoran Buntu 2, Jakarta Selatan. Menyikapi hal ini, Pemprov DKI Jakarta tengah mengupayakan solusi terbaik melalui mediasi di antara dua pihak.

"Ini sedang kita carikan solusi terbaik, terkait kita Pemprov melalui Kota Madya Jakarta Selatan sedang berupaya terus untuk melaksanakan mediasi. Harapan kita, aparat hadir untuk memastikan semua mana tertib tidak ada kekerasan di sana," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/3/2021).

Riza menyampaikan, konflik terjadi ketika PT Pertamina (Persero) hendak memanfaatkan lahan miliknya di Pancoran, namun mendapatkan penolakan dari warga yang telah lama menetap di lahan tersebut.

"Itu kan tanah tersebut faktanya milik Pertamina, Pertamina ingin menggunakan tentu kita harus menghormati negara kita negara hukum kepemilikan dan lain-lain milik Pertamina," terangnya.

Riza memandang aspek kemanusiaan perlu diperhatikan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Melalui mediasi ini, Riza berharap PT Pertamina bisa memberikan solusi khususnya bagi warga yang tergusur.

"Mari kita carikan solusi bersama agar Pertamina mendapatkan tempat tersebut untuk kepentingan masyarakat banyak juga dan masyarakat yang sudah tinggal berpuluh-puluh tahun juga mendapatkan solusi tempat tinggal yang baru kita carikan bersama-sama," jelasnya.

Sebelumnya, bentrokan warga akibat sengketa lahan di Jalan Pancoran Buntu 2, Jakarta Selatan, terjadi dini hari tadi. Polisi menyebut ada pihak luar yang menunggangi aksi demo massa.

Forum Solidaritas Pancoran Bersatu menyebut ada 25 warga yang menjadi korban luka akibat bentrokan tersebut. Delapan orang di antaranya disebut mengalami luka berat.

"Korban ada, total korban yang tercatat sama kita ada 23 orang, tambah 2 jadi 25 orang," kata salah seorang anggota Forum Solidaritas Pancoran Bersatu, Ferbina Monica, saat ditemui di lokasi, Kamis (18/3).

PT Pertamina buka suara soal bentrokan yang terjadi terkait sengketa lahan di Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel). Pertamina mengatakan hanya melakukan pemulihan aset di kawasan itu.

Manager Legal PT PTC, Achmad Suyudi, mengatakan lahan itu dinyatakan sebagai milik Pertamina berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK). Dia juga menyebut tanah tersebut merupakan bentuk penyertaan modal pemerintah kepada Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No 23/KMK.06/2008.

"Berdasarkan upaya hukum luar biasa yang dilakukan, yakni peninjauan kembali, Mahkamah Agung mengabulkan bantahan perusahaan dan menyatakan bahwa Pertamina adalah pemilik satu-satunya yang sah dari tanah-tanah dan bangunan beserta segala sesuatu yang terdapat di atasnya," ujar Suyudi.

sumber: detik.com