TOBA, HETANEWS.com - Anggota DPRD Sumut mengkritik lemahnya pengawasan pemda dan aparat penegak hukum [APH] terkait masifnya pengerukan perbukitan kaldera toba di wilayah Desa Aek Nalas dan Desa Horsik.

Anggota DPRD Victor Silaen dan rekannya Gusmiyadi mendesak APH agar menindak pengusaha Galian C yang telah merusak kaldera. 

Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya belum memberikan penjelasan rinci mengenai kasus pengerukan sumber daya alam tersebut. 

Menurut Fikta pihaknya masih menyesuai dengan regulasi yang ada. “Nanti kita sesuaikan dengan aturan,"ujar Kapolres, Kamis (18/3).

Dilain sisi, aktivitas Galian C sudah berlangsung cukup lama namun dibiarkan. Salah seorang warga, bermarga Sinaga menduga pemda maupun APH tutup mata dengan persoalan tersebut. 

Sementara pengusaha Galian C leluasa menggaruk sumber daya alam berupa jenis bebatuan untuk dijual.

“Untuk membuka lahan galian c yang baru, [pengusaha Galian C] terlebih dahulu membakar perbukitan agar batu-batuan tersebut terlihat secara jelas," kata Sinaga

Ia menerangkan, aktivitas galian C tersebut dilakukan secara terang terangan. Puluhan kapal pengangkut batu dari lokasi pengerukan lalu lalang menyeberangi danau. 

“Batu-batuan tersebut, terlihat diantar ke arah Balige dengan menggunakan kapal dan sebagian lagi ke terlihat menuju Kabupaten Samosir menggunakan kapal batu juga,” bebernya.

Selain mengambil keuntungan yang cukup besar, bukit bukit kaldera gundul dan kini dikhawatirkan erosi dan merusak keindahan alam.

Selain dua lokasi itu, kapal kapal bermuatan batu itu juga melansir wilayah Ajibata dan Porsea Kabupaten Samosir.

Penulis: Kontributor Toba, Feri

Baca juga: Pelaku Pengurukan Kaldera Danau Toba Dibiarkan