SIANTAR, HETANEWS.com - Tiga pelaku residivis kasus pencurian kembali berulah bahkan berhasil menggasak tas milik korban, Bunga Pola Sibuea (61) yang saat itu mau pulang kerumahnya di Jalan Melanton Siregar Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, menaiki becak motor (betor).

Meski aksi ketiganya berjalan mulus dan berhasil, Selang satu jam, mereka ditangkap petugas. Bahkan kaki dari dua pelaku yang diamankan, dapat hadiah timah panas karena melawan petugas Satreskrim Polres Siantar pada Rabu (17/3/2021).

Kapolres Siantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto mengatakan, ketiga residivis itu masing-masing KDS (22) warga Jalan Rakuta Sembiring Gang Selamat, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba dan THM (22) warga, Jalan Pendeta Wismar Saragih. Selanjutnya DJN (33) warga Jalan Nanggar Suasa Ujung, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.

"Mereka kita amankan tadi dari Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur," kata Edi.

Dikatakan Edi, awalnya ketiga pelaku berboncengan menungangi Yamaha Jupiter MX warna putih membuntuti korban, naik becak dari arah belakang. Sebelum sampai dirumah, Pelaku berinisial KDS yang berada diboncengan paling belakang berhasil merebut tas tersebut.

"Dalam tas itu ada 1 unit handphone, rantai emas dan anting emas. Lalu uang tunai Rp 3 juta. Atas kejadian itu, korban melapor ke Mapolres Siantar. Sehingga kita langsung bergerak ke lokasi, sekalian menyelidiki hasil CCTV yang berada disana," pungkasnya.

Usai melihat rekaman CCTV, pihaknya menyebar anggota menyisir ke berbagai tempat. Namun, saat pengintaian di Jalan Gunung Sibayak, Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur, keberadaan ketiga pelaku berhasil dilihat. Alhasil petugas langsung menangkapnya.

"Saat itu mereka lagi dipinggir Jalan, menghitung hasil kejahatan. Maka cepat kita tangkap. Tapi waktu mau kita tangkap, mereka melakukan perlawanan. Hingga akhirnya, kita berikanlah tindakan tegas dan terukur. Lalu kita bawa ke rumah sakit, baru ke Polres," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, selain menahan para pelaku dan barang bukti. Hingga kini, Polres Siantar masih terus melalukan pengembangan terhadap aksi yang pernah dilakukan para pelaku sebelumnya. Bahkan para pelaku diancam Pasal 365 KHUP, tentang pencurian dengan kekerasan.