SIANTAR, HETANEWS.com - Kepala pusat penerangan [Kapuspen] Kemendagri, Benni Irwan, memastikan periodisasi jabatan Walikota Hefriansyah dan Wakil Walikota Togar Sitorus berakhir Februari 2022.

"Berdasarkan undang-undang masa jabatan Kepala Daerah (KDH) adalah lima tahun. Oleh sebab itu, jabatan Wali Kota Siantar akan berakhir sesuai akhir masa jabatannya, meskipun Kota Siantar sudah melaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020 yang lalu," kata Benni, seperti dilansir dari Tribun  Rabu (17/3/2021).

Hefriansyah dilantik sebagai Walikota pada tanggal 10 Agustus 2017 oleh Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dengan SK Mendagri No:131/12-3233 Tahun 2017 masa jabatan periode 2017-2022.

Sementara itu kota Siantar masuk dalam Pilkada Serentak yang digelar pada 9 Desember 2020. Ketua KPU Siantar, Daniel MD Sibarani mengatakan pelaksanaan pilkada Siantar berdasarkan keputusan Mendagri terkait pelaksanaan Pilkada 2020 dan surat KPU RI 408/PP.01.3-SD/01/KPU/III/2019.

“Siantar itu kita menerima surat pengusulan anggaran,” ujar Daniel dihubungi Hetanews via telepon.

KPU Siantar menetapkan Paslon Asner Silalahi dan dr Susanti Dewayani sebagai Walikota dan Wakil Walikota Siantar terpilih pada Pilkada serentak 2020. . 

Pelantikan walikota dan wakil walikota periode 2020-2024 bakal ditunda hingga masa jabatan Hefriansyah-Togar berakhir.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPRD Siantar, Ronald Tampubolon mengatakan pihaknya akan menanyakan langsung hal tersebut kepada Mendagri.

Sebelumnya pihaknya berencana menayakan jadwal pelantikan walikota dan walikota terpilih Pilkada 2020 ke Kemendagri.

“Suratnya kan belum ada. Iyalah, kita akan menanyakan langsung kesana. Kita masih mau rapat soal itu, kita mau ada suratnya langsung bukan menduga duga,” ucap mengakhiri.

Baca juga: Jadwal Pelantikan Kepala Daerah Semakin Dekat, Kementrian Belum Beri Konfirmasi