SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Ardian (24) warga Kampung Jawa Bosar Maligas, terbukti sebagai pelaku jamret divonis 3 tahun oleh hakim PN Simalungun pada Selasa (16/3/2021). 

Putusan hakim pimpinan Roziyanti tersebut konform (sama) dengan tuntutan jaksa Nova Miranda Ginting. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 363 (1) ke-4 KUH Pidana.

Terdakwa ditangkap Polsek Bosar Maligas pada Jumat, 20 Nopember 2020. Sebelumnya, terdakwa bersama Rinaldi Siregar (DPO) telah menjambret saksi korban Kiki Aryanti pada Selasa, 17 Nopember 2020 di Simpang Kucingan Huta IV Rejo Tani Nagori Sei Mangkei Kecamatan Bosar Maligas. 

Perbuatan itu telah direncanakan terdakwa bersama Rinaldi. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu BK 3659 TBJ milik saksi Kamsiah, keduanya mencari target dengan mengelilingi kota Perdagangan.

Lalu keduanya melihat saksi korban sedang melintas mengendarai sepeda motor dari arah Simpang Mayang menuju Sei Mangkei. Saat sepeda motor saksi korban hendak berbelok ke Simpang Kucingan terdakwa mendekatkan sepeda motor yang terdakwa kendarai dari sebelah kiri dan Rinaldi berhasil menarik tas milik korban.

Akibatnya, korban mengalami kerugian lebih dari 8 juta karena kehilangan 1 I Phone 8 warna rosegold, 1 unit handphone GT – E’1272 lipat warna putih, dan 1 dompet yang berisi uang Rp. 1.930.000, KTP ATM BNI dan STNK. Meski korban berusaha mengejar, tapi terdakwa dan temannya berhasil melarikan diri.

Pengakuan terdakwa, uang hasil kejahatannya digunakan untuk main judi online. Terdakwa pun pasrah menerima putusan hakim tersebut.