JAKARTA, HETANEWS.com - Gebrakan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam rangka pengorekan dan normalisasi parit sulang-saling mendapat dukungan dan apresiasi dari warga. Sebab, hal ini menjawab keluhan warga terkait banjir yang selama ini terjadi akibat pendangkalan.

Salah satu warga bernama Hasan Djohari ikut dalam gotong royong pengorekan dan normalisasi parit di Jalan Selamat Pulau, Kelurahan Sitirejo, Medan Amplas. 

Dengan Peralatan sederhana dirinya bersama warga lainnya membersihkan aliran parit dari sendimen lumpur dan sampah, kemudian mengangkatnya ke dalam truck.

Mewakili warga, Hasan Djohari mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution karena telah memprogramkan gotong royong pembersihan dan normalisasi parit sulang saling khususnya di wilayah tempat tinggalnya. Apalagi Program ini dilakukan di awal kepemimpinannya.

Menurut Hasan, selama ini jika hujan turun dengan intensitas tinggi maupun sedang maka parit akan meluap dan terjadi banjir yang mencapai setengah meter, air bahkan sampai masuk ke dalam rumah.

Kondisi ini tentunya membuat kami merasa tidak nyaman, oleh sebab itu kami ikut turun karena ini demi kenyamanan bersama.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota Medan dan Pak Wakil Wali Kota Medan, karena telah memprioritaskan pembersihan parit sulang-saling, kami berharap setelah dibersihkan parit dapat menampung air jika hujan turun dan wilayah ini tidak banjir lagi", kata Hasan, Sabtu, 13 Maret.

Adapun disela-sela gotong royong yang dimulai pukul 08:00 WIB, Wali Kota Medan diwakili Wakil Wali Kota Medan, H. Aulia Rachman, meninjau pengorekan dan normalisasi parit di jalan Selamat, Amplas. 

Sekitar pukul 11:30 WIB, Wakil Wali Kota Medan yang tiba dilokasi langsung melihat pekerja yang melibatkan petugas Dinas Pekerjaan Umum PU, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU), dan Petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan tengah membersihkan aliran parit dari sendimen.

Menurut Aulia Rachman, kondisi parit sulang-saling yang ada di Kota Medan cukup memberatkan petugas untuk membersihkannya. Oleh karenanya Pak Wali Kota Medan menginstruksikan dinas terkait untuk mengkonsep sistem perahu mesin yang dapat menyedot sendimen agar pengorekan ini lebih efektif dan maksimal.

"Hal ini dilakukan karena saat ini ada beberapa titik parit sulang-saling telah berdiri bangunan. selain mempersulit petugas mengorek secara manual, juga tidak ada lokasi yang dapat meletakkan sendimen sebelum diangkut dan dibuang. Untuk itu dibutuhkan alat seperti reklamasi pantai, tetapi mesinnya lebih kecil. Dengan begitu pengorekan dan normalisasi parit akan lebih maksimal", kata Wakil Wali Kota Medan.

Dijelaskan Aulia, dengan alat tersebut, selain mempermudah pengorekan parit, juga akan terwujudnya Progam Pak Wali Kota Medan yakni terintegrasinya drainase Kota, drainase Provinsi dan Negara, sehingga permasalahan banjir yang dikarenakan banyaknya sampah dan sendimen di Kota Medan dapat teratasi.

Sumber: voi.id