SERDANG BEDAGAI, HETANEWS.com -  Kasus penganiyaan yang melibatkan oknum karyawan kebun Bahilang berujung laporan Polisi. Supiana (40) melaporkan kasus tersebut ke Polres Tebing Tinggi. 

Supriani tidak terima anaknya FMA (15) diduga dianiaya oleh oknum karyawan kebun inisial MG. Menurut Supriani kasus tersebut penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

FMA tercata sebagai warga Dusun I, Desa Penggalian, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Ibunya, Supriani, menyebutkan perlakuan terhadap anaknya sebagai tindakan main hakim sendiri.

"Itu tindakan arogan yang dilakukan terhadap anak saya. Sekalipun anak saya itu bersalah, bukan berarti anak saya harus dihakimi dulu baru diserahkan ke pihak polisi," katanya, Sabtu (11/3).

Ia menjelaskan, pasca kejadian tersebut FMA mengalami luka lebam di bagian badan dan kepala. 

"Wajar saya keberatan anak saya diperlakukan seperti itu. Oleh karena itu saya minta Polisi segera menindak lanjuti laporan kami," ungkapnya.

Laporan pengaduan Supiana diterima Polres Tebing Tinggi ditandai dengan surat tanda terima laporan [STPL].

Kasus ini berawal saat FMA (15) yang disuruh untuk mengarit rumput oleh Ayahnya. Namun pada saat di lokasi Kebun Bahilang dia bertemu dengan temannya. 

Di lokasi yang sama, FMA disuruh temannya melangsir sawit dari TPA. Ia pun menyepakati dan membawa sawit tersebut.

Saat tiba di pintu gerbang kebun, FMA distop oleh oknum karyawan, menangkapnya lalu membawa ke Pos. Diduga saat itu terjadi kekerasan. 

Penulis: Kontributor Tebing Tinggi, Wili Harianja

Baca juga: Tiga Tersangka Kasus Pencurian Dibekuk Polisi