MEDAN, HETANEWS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko telah bertemu dengan perwakilan para petani Simalingkar dan Sei Mencirim di Medan, Sumatera Utara (Sumut), untuk menyelesaikan konflik agraria. Moeldoko pun akan melaporkan hasil pertemuan itu ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hasil pertemuan tersebut akan segera saya laporkan kepada Presiden," ujar Moeldoko di gedung Bina Graha, Jakarta, dalam keterangan tertulis, Senin (8/3/2021).

Pertemuan Moeldoko dengan para petani Simalingkar dan Sei Mencirim itu dilakukan pada Sabtu (6/3) lalu di Medan, Sumut. Moeldoko mengungkapkan, pertemuan itu guna memastikan adanya solusi terbaik bagi konflik agraria yang terjadi di antara kedua pihak.

"Saya minta Selasa nanti segera diselesaikan. Jangan lagi banyak yang diperdebatkan. Ini pertemuan terakhir untuk menyelesaikan konflik ini," tuturnya pada Sabtu (6/3) lalu.

Pertemuan di Medan itu juga menindaklanjuti hasil 4 rapat tingkat menteri yang digelar Kantor Staf Presiden (KSP), sejak warga Simalingkar dan Sei Mencirim diterima Presiden pada 27 Agustus 2020.

Dalam rapat itu, PTPN II diminta menyediakan lahan perumahan dan pertanian bagi anggota serikat tani yang sudah diverifikasi. Anggota serikat tani yang sudah diverifikasi akan dibangunkan rumah di atas lahan seluas 150 meter persegi tiap kepala keluarga dan skema pinjam pakai lahan produksi 2.500 m2/KK yang masa pakainya 35 tahun. Tak hanya itu, lahan tersebut dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi.

Rapat juga menghasilkan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan program pemberdayaan masyarakat, pascaredistribusi lahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil rapat tingkat menteri ini sebelumnya sudah dilaporkan Moeldoko ke Presiden Jokowi.

"Keputusan rapat sebelumnya sudah saya laporkan kepada Presiden dan beliau menyetujui skema penyelesaian yang kita sepakati," jelas Moeldoko.

Sementara Direktur PTPN II Irwan Perangin-angin kala itu menjelaskan, lokasi untuk rumah sudah disiapkan dan tinggal proses finalisasi. Begitu juga lahan pertaniannya.

"Pada intinya kami tetap mengikuti keputusan hasil rapat," kata Irwan.

  • Respons Petani

Dalam pertemuan yang digelar di Medan, Sabtu (8/3) lalu, perwakilan petani Imam Wahyudi berharap pertemuan dengan KSP dan PTPN II itu bisa menghasilkan solusi yang terbaik dan segera direalisasikan. Namun, sambil menunggu realisasi penyelesaian konflik, Imam berharap para petani bisa mulai bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

Hadir mendampingi Moeldoko, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP) Abetnego Tarigan. Abetnego mengatakan penyelesaian konflik agraria merupakan bagian dari agenda program prioritas nasional yang dikawal oleh KSP.

"Salah satu konflik yang diterima dan menjadi prioritas untuk diselesaikan adalah kasus Petani Simalingkar dan Sei Mencirim yang berkonflik dengan PTPN II di Sumatera Utara," ujar Abetnego.

sumber: detik.com