SIANTAR, HETANEWS.com - Kepala Kejaksaan Negeri Pematangsiantar (Kajari) melalui Kasi Intel, BAS Faomasi Jaya Laia SH MH, mengatakan jika surat rehabilitasi yang tercantum dalam berkas perkara atas nama terdakwa Susanto, bukan dikeluarkan oleh Tim Assesment Terpadu (TAT) BNN Kota Siantar. Demikian disampaikan BAS kepada wartawan di kantornya, Senin (8/3/2021).

"Kami tidak pernah mengatakan surat rehab dari TAT BNN kota Siantar," tegas BAS.

Lebih lanjut dikatakannya, jika surat rehab yang ada dalam berkas dikeluarkan oleh Yayasan Rehabilitasi Rumah Idaman Pematangsiantar. Susanto dituntut 3,6 tahun oleh JPU dan dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) UU RI No.35/2009 tentang narkotika.

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pematangsiantar, sudah didengarkan keterangan saksi saksi. Dari semua keterangan saksi tidak ada yang menyebutkan jika  terdakwa sebagai bandar narkotika. Ataupun merupakan target operasi (TO), jelas BAS.

"Surat keterangan dari Yayasan Rehabilitasi Rumah Idaman Pematangsiantar yang menyatakan terdakwa pernah menjalani / mengikuti program rehabilitasi sosial, karena terlibat penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu," ungkap BAS.

Kejari Siantar menghimbau kepada teman teman media agar dalam pemberitaan lebih memperhatikan fakta2 persidangan. Untuk selanjutnya melakukan konfirmasi terlebih dahulu agar pemberitaan yang ada tidak simpang siur dan lebih akurat serta terpercaya.

"Kami berharap teman-teman media melakukan konfirmasi, agar berita yang disajikan lebih akurat dan terpercaya," harap BAS.