SIANTAR, HETANEWS.com - Saur Marlina Manurung lahir di Jakarta, 21 Februari 1972; umur 49 tahun; Alumni SMA Negeri 14 Jakarta adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia.

Perempuan yang sering dipanggil Butet Manurung ini, begitu mencintai  lingkungan alam membuatnya melakukan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan alam.

Butet sering melakukan perjalanan ke hutan-hutan di pedalaman Indonesia. Tak sekadar memperhatikan kondisi alam, Butet juga peduli terhadap pendidikan anak-anak yang ia temui. Ia mengajarkan bagaimana cara membaca, menulis, dan berhitung kepada mereka.

Saat mengajar, Butet melihat kondisi kehidupan masyarakat pedalaman yang kehidupannya mulai terganggu pihak-pihak tertentu yang hanya ingin menjadikan hutan sebagai ladang bisnis. Ia dan teman-temannya merasa prihatin dan berpikir bahwa masyarakat rimba membutuhkan pendidikan untuk melindungi diri dan lingkungan tempat tinggal mereka. Berawal dari pemikiran tersebut, Butet akhirnya mendirikan Sokola Rimba di tahun 2003.

Sokola Rimba merupakan program pendidikan yang ditujukan untuk komunitas adat Orang Rimba di Hutan Makekal Hulu di sisi barat Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, Sumatera. Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sokola Rimba menggunakan pendekatan dan metode khusus yang ramah budaya. Pengajaran membaca, menulis, berhitung dilakukan oleh Butet sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama berbulan-bulan.

Butet mengalami berbagai penolakan sebab masyarakat merasa ketakutan akan kehilangan budaya asli mereka. Meski begitu, Butet terus semangat dan tidak menyerah untuk meyakinkan suku Anak Dalam tentang pentingnya pendidikan.

Kerja keras Butet selama ini tidak berujung sia-sia. Anak-anak yang ia ajarkan mulai lebih teliti dan semangat untuk belajar. Ia juga berhasil meyakinkan mereka bahwa pendidikan bisa melindungi mereka dari penindasan dunia luar.

Butet dan juga teman-teman mendapatkan penghargaan atas inisiasinya memajukan pendidikan.  Mereka mendapatkan berbagai penghargaan, diantaranya, Man and Biosphere Award LIPI dan UNESCO Indonesia, dan Woman of Letters' as one of TIME magazine's Heroes of Asia.