MEDAN, HETANEWS.com - Kisruh Partai Demokrat (PD) pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, masih menjadi perhatian publik. Suara DPD Partai Demokrat Sumut, disebut-sebut juga terpecah menjadi dua versi.

Ada sejumlah kader Sumut terindikasi turut memberikan dukungan dan menghadiri KLB dan dihubungi melalui telepon seluler, Max Sopacua mengatakan bahwa ada sekitar 15 kader dari Sumut yang menghadiri KLB.

"Ada belasan orang ya sekitar 15-an. Namun untuk data lebih lengkap, saya akan berikan kontak yang memegang data lengkapnya," ujarnya, Minggu (7/3/2021) sore.

Terkait dugaan kader Demokrat di Sumut menghadiri KLB, Plt Ketua DPD PD Sumut, Herri Zulkarnaen yang dihubungi terpisah, membenarkan adanya kader yang mengikuti KLB di Sibolangit. Namun, dalam penjelasannya, Herry mengatakan bahwa yang mengikuti itu kader Demokrat yang telah dipecat.

"Kader Sumut yang mengikuti kongres luar biasa kemarin itu merupakan kader yang telah dipecat. Sejauh ini, kita baru menemukan satu kader aktif yang menjabat sebagai ketua di salah satu DPC Kabupaten/Kota. Dan kader tersebut saat ini sedang diproses dan akan dipecat," ujarnya.

DPD Sumut sendiri, Herri menegaskan bahwa masih loyal kepada AHY dan SBY.

"Sejauh ini, DPD Sumut masih berpegang teguh suara kepada Pak SBY. Dan kami menyatakan bahwa kongres yang berlangsung kemarin itu adalah ilegal," katanya.

Dalam kegiatan kongres luar biasa yang kemarin berlangsung, Herri menegaskan bahwa jika nantinya diketahui ada kader aktif lainnya yang mengikuti KLB maka akan dipecat.

Baca juga: Polda: Yang Keberatan dengan KLB Silakan Tempuh Jalur Hukum

"Untuk kader aktif lainnya, yang nantinya terindikasi mengikuti kongres tersebut pasti akan kita tindak lanjuti dengan pemecatan," tegasnya.

DPD Sumut Partai Demokrat sendiri telah mengambil jalur hukum terkait kongres yang berlangsung kemarin. Herri menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan KLB itu ke Mapolda Sumut.

"Terkait kongres yang berlangsung di Sibolangit sendiri, itu sudah kami bawa ke jalur hukum. Kami sudah melaporkannya ke Polda Sumut," ucapnya.

"Begitu juga dengan anggota yang kemarin mendapat pemukulan dari simpatisan KLB, itu juga akan dibawa jalur hukum. Sekali lagi kami menegaskan, bahwa kongres yang berlangsung kemarin itu adalah ilegal," ucapnya.

Diketahui, KLB berlangsung di The Hill Hotel Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada Jumat (5/3/2021) kemarin. Para kader Demokrat yang mengikuti KLB setuju Jenderal Purn Dr H Moeldoko menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Moeldoko terpilih setelah menumbangkan saingannya sebagai calon ketua umum yakni Marzuki Alie. Moeldoko sendiri tiba di lokasi kongres pada Jumat malam, dan disambut dengan simpatisan dan kader yang menggelar KLB.

Kisruh Partai Demokrat (PD) pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, masih menjadi perhatian publik. Suara DPD Partai Demokrat Sumut, disebut-sebut juga terpecah menjadi dua versi.

Ada sejumlah kader Sumut terindikasi turut memberikan dukungan dan menghadiri KLB dan dihubungi melalui telepon seluler, Max Sopacua mengatakan bahwa ada sekitar 15 kader dari Sumut yang menghadiri KLB.

Baca juga: Sederet Fakta KLB Demokrat, Diwarnai Bentrokan, Pidato Moeldoko Usai Jadi Ketum hingga Sikap Daerah

"Ada belasan orang ya sekitar 15-an. Namun untuk data lebih lengkap, saya akan berikan kontak yang memegang data lengkapnya," ujarnya, Minggu (7/3/2021) sore.

Terkait dugaan kader Demokrat di Sumut menghadiri KLB, Plt Ketua DPD PD Sumut, Herri Zulkarnaen yang dihubungi terpisah, membenarkan adanya kader yang mengikuti KLB di Sibolangit. Namun, dalam penjelasannya, Herry mengatakan bahwa yang mengikuti itu kader Demokrat yang telah dipecat.

"Kader Sumut yang mengikuti kongres luar biasa kemarin itu merupakan kader yang telah dipecat. Sejauh ini, kita baru menemukan satu kader aktif yang menjabat sebagai ketua di salah satu DPC Kabupaten/Kota. Dan kader tersebut saat ini sedang diproses dan akan dipecat," ujarnya.

DPD Sumut sendiri, Herri menegaskan bahwa masih loyal kepada AHY dan SBY.

"Sejauh ini, DPD Sumut masih berpegang teguh suara kepada Pak SBY. Dan kami menyatakan bahwa kongres yang berlangsung kemarin itu adalah ilegal," katanya.

Dalam kegiatan kongres luar biasa yang kemarin berlangsung, Herri menegaskan bahwa jika nantinya diketahui ada kader aktif lainnya yang mengikuti KLB maka akan dipecat.

"Untuk kader aktif lainnya, yang nantinya terindikasi mengikuti kongres tersebut pasti akan kita tindak lanjuti dengan pemecatan," tegasnya.

DPD Sumut Partai Demokrat sendiri telah mengambil jalur hukum terkait kongres yang berlangsung kemarin. Herri menegaskan bahwa pihaknya telah melaporkan KLB itu ke Mapolda Sumut.

Baca juga: Moeldoko Tolak Bicara soal Dukungan 'Presiden 2024' di KLB Sumut

"Terkait kongres yang berlangsung di Sibolangit sendiri, itu sudah kami bawa ke jalur hukum. Kami sudah melaporkannya ke Polda Sumut," ucapnya.

"Begitu juga dengan anggota yang kemarin mendapat pemukulan dari simpatisan KLB, itu juga akan dibawa jalur hukum. Sekali lagi kami menegaskan, bahwa kongres yang berlangsung kemarin itu adalah ilegal," ucapnya.

Diketahui, KLB berlangsung di The Hill Hotel Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang pada Jumat (5/3/2021) kemarin. Para kader Demokrat yang mengikuti KLB setuju Jenderal Purn Dr H Moeldoko menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Moeldoko terpilih setelah menumbangkan saingannya sebagai calon ketua umum yakni Marzuki Alie. Moeldoko sendiri tiba di lokasi kongres pada Jumat malam, dan disambut dengan simpatisan dan kader yang menggelar KLB.

Setibanya di dalam gedung acara kongres, Moeldoko pun diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato pertamanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Sumut.

“Assalamualaikum, Alhamdulillah. terimakasih. Saudara sekalian, ini adalah pidato pertama saya di depan publik dalam upaya menjaga dan membangun demokrasi di Indonesia," kata Moeldoko.

Ia melanjutkan, "Saya sungguh mengapresiasi saudara sekalian dari berbagai daerah DPD, DPC, Organisasi, senior dan junior yang berani memperjuangkan cita-cita partai."

Lanjut mantan panglima TNI ini, kegiatan KLB ini adalah konstitusional seperti yang tertuang di AD/ART Partai Demokrat.

Baca juga: Pakai Jas PD, Moeldoko Hadiri KLB Demokrat di Sumut!

"Saya ingin memastikan kepada saudara sekalian, melalui telepon. Makanya saya ke sini walaupun macetnya luar biasa," ungkapnya.

Masih dikatakan Moeldoko, dinamika pemiliohan yang memunculkan nama dirinya dan Marzuki Alie, merupakan bukti adanya demokrasi.

"Saya tidak punya kekuatan. Namun ini adalah keyakinan. Pak Marzuki Alie punya pengalaman di politik luar biasa, saya mempunyai pengalaman di militer dan Pemerintah dan didukung dari seluruhnya, menjadikan semangat yang bergejolak. Luar biasa. Jika kekuatan ini disatukan, maka akan menggemparkan Indonesia. Percayalah," katanya.

Mendengar hal tersebut, sontak para peserta kongres meneriaki yel-yel 'Demokrat, Demokrat.’ Masih dikatakan Moeldoko, dirinya ingin mengajak seluruh kader Demokrat dari Sabang sampai Merauke, untuk bersama-sama membangun partai berlambang mercy tersebut.

"Mari sama-sama berjuang dan meraih kembali kejayaan kita. Tidak ada yang tertinggal, semuanya kita bersatu padu. Ini adalah rumah kita bersama," ucapnya.

Ia pun menekankan bahwa kekuatan Partai Demokrat berada di tangan para kader akar rumput.

“Panglima tidak ada artinya kalau tidak ada prajurit-prajurit yang tangguh. Jadi, teman-teman sekalian, kekuatan partai Demokrat berada di tangan saudara sekalian,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa seorang pemimpin tugasnya adalah memberikan energi kepada bawahannya. Bukan malah mengecilkan.

"Saya mengapresiasi atas permintaan kalian telah meminta saya menjadi ketua umum Partai Demokrat. Dan itu saya terima," pungkasnya disambut tepuk tangan para peserta kongres yang berada di dalam gedung.

Baca juga: KLB Kilat, Pilih Moeldoko Jadi Ketum Demokrat dalam 1,5 Jam

Bubarkan Majelis Tinggi

KLB Partai Demokrat di Sumut menyepakati sejumlah hal terkait roda organisasi partai berlambang mercy tersebut. Selain melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat, disepakati juga pembubaran Majelis Tinggi Partai Demokrat yang dipimpin SBY.

Adapun keputusan pertama yakni mengangkat Jendral Purn Dr H Moeldoko sebagai ketua terpilih, secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025 lewat mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB). Saat Pimpinan Sidang Jhoni Allen Marbun membacakan hasil voting, dukungan peserta KLB lebih banyak diberikan kepada Moeldoko.

"Sehingga dengan keputusan ini, maka Agus Harimurti Yudhyono (AHY) dinyatakan demisioner," ujarnya disambut riuh tepuk tangan peserta KLB, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Partai Demokrat Versi KLB Mau Kemana? Dukung Pemerintah Atau Oposisi

Sementara Marzuki Alie dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Selain menentukan ketua umum, KLB juga mengambil keputusan penting lainnya yakni dengan membubarkan posisi majelis tinggi.

Pimpinan sidang KLB Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun mengatakan, peserta KLB Partai Demokrat sepakat untuk mengembalikan aturan partai ke AD/ART yang disahkan pada Kongres 2005 lalu. Dengan putusan tersebut, sejumlah aturan baru yang ada di Partai Demokrat otomatis dibubarkan.

"Salah satu yang dibubarkan dalam KLB adalah Majelis Tinggi. Karena tidak boleh ada dua pimpinan dalam satu organisasi," ujarnya saat melaksanakan konferensi pers.

Baca juga: Gubernur Sumut: tak Boleh Ada Kerumunan di KLB Demokrat

Masih dikatakan Jhoni Allen Marbun, keberadaan majelis tinggi selama ini sudah mengamputasi kewenangan yang dimiliki oleh para DPC maupun DPD Partai Demokrat yang selama ini memiliki hak suara dalam kongres.

Dengan adanya keberadaan Majelis Tinggi ini, sambung dia, maka seluruh keputusan harus mendapatkan persetujuan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Hal ini tentu mengamputasi kewenangan tertinggi yang ada di DPC dan DPD Partai Demokrat melalui forum rapat pleno dan kongres. Bukan di tangan orang lain atau satu orang saja," bebernya.

Baca juga: Polda Sumut Tak Campuri KLB Partai Demokrat, Kabid Humas: Kami Jaga Kamtibmas

Sumber: tribunnews.com