SIANTAR, HETANEWS.com - Kota Pematangsiantar cukup dikenal dengan kulinernya, karena banyak makanan enak di kota ini. Selain makanan siap saji dari mulai makan berat hingga ringan, juga ada oleh oleh khas Siantar.

Bukan hanya roti ganda atau kopi Kok Tong saja. Tapi ada juga syrup, dodol, manisan  yang terbuat dari buah pala. Semua ada di Rupala (Rumah Pala), sebuah rumah produksi olahan dari buah pala.

Keberadaannya sudah setahun, beralamat di Simpang jalan Melanthon Siregar/Bah Kora Kota Pematangsiantar. Harry Harahap pemilik usaha mengakui jika setahun telah mengolah buah pala menjadi minuman sehat dan baik untuk Asam lambung. Selain itu bunga buah pala (fully) dijadikan bahan membuat kosmetik.

Harry,  ketika ditanya hetanews, Jumat (5/3/2021) di sela sela pameran showcasing UMKM  di gedung  pariwisata Siantar mengatakan jika selama ini keberadaan tanaman pala banyak diabaikan. Bahkan kulitnya dibuang begitu saja. 

Sebahagian hanya tahu buah pala sebagai bumbu dapur saja dan diolah menjadi manisan basah dan kering. Faktanya, secara manual, Hari selaku owner bisa mengolah buah pala menjadi minuman sehat, makanan ringan (dodol) dan manisan. Dari mulai kulit, bunga (fully) dan buahnya.

" Selama 1 tahun keberadaannya masih kurang dikenal, karena kurangnya promosi. Melalui pameran ini, berharap Pemko turut mempromosikan keberadaan kami yang juga dapat diprioritaskan menjadi oleh oleh khas Siantar," katanya.

Produksi Rupala dipromosikan secara digital, dan saat ini produksinya ada di beberapa counter seperti di Jalan Kartini, Warung Sedekah Beringin Simalungun. Produksinya juga sudah dikirim keluar kota seperti Batu Bara, Kalimantan dan Karawang.

Menurut Harry,  produksi Rupala berbeda dengan sirup Pala daerah lain, karena lebih kental dan aromanya lebih terasa. Saat ini pala diambil dari 105 pohon pala yang ada di jalan Melanthon Siregar di samping rumahnya sehingga terlihat  seperti hutan kota, katanya.

Bahkan petani Pala mulai bangkit karena untuk bunga pala (fully) dihargai 100 ribu/kg oleh Harry. Sirup pala gold 300 ml dijual seharga 35 ribu/botol, reguler 25/botol dan isi 600 ml dijual 45 ribu/botol.

"Saya berharap bisa dipromosikan menjadi oleh oleh Siantar, jangan itu itu saja," harapan Harry sebagai warga kota Pematangsiantar. Kepada Pemko Siantar, agar hasil produksi Rupala bisa menjadi oleh oleh bagi tamu yang datang dari luar daerah.

Edhi Rahmanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia secara terpisah menjelaskan, Showcasing Fisik UMKM Karya Kreatif Indonesia (KKI) tahun 2021 yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, selain mempromosikan makanan, juga ada style/fashion, minuman dan kerajinan dari UMKM binaan/ mitra Bank Indonesia. Bertujuan meningkatkan belanja pemerintah atas produk-produk UMKM lokal, dan meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pemulihan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM.

Kegiatan ini merupakan serangkaian aksi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Sebelumnya, Gernas BBI tahun 2020 telah berhasil melakukan onboarding 3,7 juta UMKM ke ekosistem digital atau 85 persen lebih tinggi dari target 2 juta UMKM, jelas Edhi.