SIANTAR, HETANEWS.com - Kecelakaan kerja yang dialami Teguh Syahputra Ginting (20), seorang Buruh Harian Lepas (BHL) PT. Agung Beton Persada Utama berlanjut ke persidangan. Hanya saja dalam kasus ini, polisi dan jaksa hanya menghadapkan 2 orang terdakwa.

Martua Marolop Aruan, selaku kepala Batching Plan dan Andi Lesmana Manik, selaku Asisten Operator. Baik penyidik kepolisian dan jaksa tidak meminta pertanggungjawaban pidana kepada perusahaan PT. Agung Beton selaku pengusaha.

Ketika hal ini dipertanyakan Hetanews kepada Kejaksaan Negeri Siantar, Kamis (4/3/2021), Kasi Intel BAS Faomasi Jaya Laia SH, MH menjelaskan penanganan perkara 'karena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka berat' sebagaimana dijelaskan dalam pasal 360 (2) KUH Pidana yang terjadi di PT. Agung Beton Persada Utama, terdakwanya ada 2 orang.

Karena dari penelitian berkas perkara yang dilakukan oleh jaksa peneliti, pembuktian dari kasus tersebut, pertanggungjawabannya ada pada 2 orang terdakwa tersebut.

Terkait apakah ada kemungkinan untuk tersangka lain dalam kasus ini, pihak kejaksaan akan melihat perkembangannya dalam persidangan. 

“Nanti kita lihat hasil perkembangan penanganan perkara di persidangan PN Siantar. Apabila dalam persidangan ada bukti untuk pertanggungjawaban pidana terhadap tersangka lain, maka tidak menutup kemungkinan akan diproses secara hukum yang berlaku." jelas BAS.

Sementara itu, Dedi Faisal Hasibuan, kuasa hukum korban yang menerima kuasa khusus dari Kodam I/BB di tempat terpisah pasca persidangan Rabu (3/3/2021) kepada hetanews, menjelaskan akan mengikuti persidangan secara patut.

"Kita akan ikuti jalannya persidangan sebagai laporan kepada atasan." ungkapnya.

Korban Teguh Syahputra Ginting diketahui sebagai anak dari TNI aktif di Rindam I/BB. Dalam perkara ini, korban hanya ingin hukum ditegakkan dan berharap proses hukum berjalan sebagimana mestinya.

Disebutkan Hasibuan, jika dalam perkara ini belum ada perdamaian. Meski sudah banyak dilakukan penjajakan dan pertemuan untuk melakukan perdamaian, tapi hingga kini belum menemukan titik terang.

Baca juga: PT. Agung Beton Harus Bertanggungjawab