SIMALUNGUN, HETANEWS.com - Supir truck Fuso BM 8238 ZU, Suratman (57) yang mengalami rem blong dan mengakibatkan kecelakaan beruntun telah dituntut 2,6 tahun. Suratman sempat mengamankan diri dari lokasi kejadian karena mearasa panik dan takut.

Truk yang bermuatan bahan baku kertas itu mengalami rem blong, menewaskan banyak korban. Setidaknya 6 korban meninggal dan beberapa kendaraan ikut ringsek.

Peristiwa kecelakaan maut di jalan Asahan KM 5 itu sempat menghebohkan warga dan menjadi berita viral. Terdakwa dipersalahkan jaksa melanggar pasal 310 ayat (2) UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jo pasal 65 ayat (1) dan (2) KUH Pidana.

Kecelakaan itu terjadi pada Kamis, 19 Nopember 2020 pukul 09.30 Wib di Jalan umum KM 4-5 jurusan P Siantar-Perdagangan Kecamatan Dolok Marlawan Simalungun.

Kasi Pidum Kejari Simalungun Irvan Maulana SH MH kepada wartawan, Kamis (4/3/3021) di kantornya menjelaskan jika tim jaksa sudah melakukan berbagai pertimbangan hukum sebelum tuntutan dibacakan di persidangan.

Pertimbangannya antara lain, sudah adanya perdamaian dengan seluruh korban. Terdakwa menyesali perbuatannya dan sangat meminta maaf kepada seluruh korban.

"Sudah adanya perdamaian kepada seluruh korban," kata Irvan kepada wartawan siang itu.

Kini proses persidangan, menunggu putusan hakim PN Simalungun. 

Baca juga: Vonis sopir truk fuso maut lakalantas jalan asahan