SIANTAR, HETANEWS.com - Ketua MUI Kota Siantar, H.M. Ali Lubis menanggapi soal terdepaknya Kota Siantar dari daftar 10 besar kota toleran di Indonesia.

Dikatakannya bahwa, alasan Kota Siantar sampai tidak masuk 10 besar dikarenakan oleh daerah lain yang jauh lebih kuat dari Kota Siantar.

"Kalau saya melihat bukan karena menurun, ibaratnya kalau kita selama ini nilai 8, yang lainnya dulu nilai 7,5, nilai 7. Jadi karena mereka kepingin lebih bagus mereka bersungguh-sungguh sementara kita jalan ditempat dan akhirnya mereka melampaui kita," jelas Ali Lubis.

Pria yang sudah tiga kali menjabat sebagai Ketua MUI ini menyarankan agar tidak melakukan kebiasaan  mengusik-usik agama orang lain.

"Jangan usik agama orang lain, karena kalau mengusik agama orang lain, sekecil apapun usikan itu dapat membuat orang tersinggung. Jangan biasakan untuk mengusik orang," tegasnya.

Menurutnya selama ini di Kota Siantar belum ada yang mengusik agama orang lain. Ali berharap semoga ke depannya juga tidak ada yang seperti itu.

"Mari kita tunjukkan kalau kita itu bisa kembali ke 10 besar kota paling toleran." tutup Ali.