SIANTAR, HETANEWS.com - Terlemparnya Siantar dari sepuluh besar kota toleransi di indonesia, membuat penasehat Keluarga Besar Siantar Bersatu (KBSB), Suryanto ikut prihatin, kecewa dan menyayangkan hal tersebut bisa terjadi.

"Selama ini Kota Siantar ibarat sebuah rumah bagi semua agama dan suku. Kita hidup berdampingan dengan damai meski ada perbedaan. Tapi yang jelas, belum sampai ada terdengar keributan antar suku atau agama. Maka ini harus kita perbaiki, sehingga Siantar tetap nyaman dan kondusif," ujarnya Rabu, (3/3/2021).

Terkait statement walikota Siantar, Hefriansyah, yang mengatakan: "Itukan Bukan Kerjaan Awak Sendiri", Suryanto mengganggap itu kurang etis. 

"Karena tugas walikota sebagai orang yang bertanggung jawab, memang wajib mencari solusi terbaik," ujarnya. 

Suryanto juga meminta agar Hefriansyah  menjalin komunikasi kepada para tokoh agama dan adat agar kota Siantar berlahan bisa kembali lagi masuk sebagai tiga besar kota toleransi.

"Ini jelas menjadi cambuk bagi Pemko Siantar, termasuk walikota. Tentu ada yang salah atau ada yang harus diperbaiki. Tinggal bagaimana caranya sesering mungkin menjalin komunikasi terhadap tokoh agama dan suku," ujarnya.

Lanjut Suryanto, tujuan itu tidak terlepas dari peran serta masyarakat. Sehingga pihaknya menganggap, hal itu juga menjadi pelajaran agar tetap menghormati kemajemukan, perbedaan agama maupun suku.

"Melihat persoalan yang terjadi saat ini, penting bagi kita untuk bersama-sama tetap menjaga nilai toleransi dengan tidak terprovokasi dengan isu yang mampu memperkeruh suasana. Kita pun dari KBSB nantinya akan ikut berperan aktif memantau tindakan pemko," jelasnya.

Lebih lanjut, KBSB berharap kepada pemerintah kota (Pemko) Siantar untuk dapat membuat suatu program yang bisa meningkatkan toleransi kedepannya.